Pemkot Wacanakan Rumah Pompa untuk Atasi Banjir di Rujakgadung

429
Wawali Kota Pasuruan, Adi Wibowo saat meninjau Lingkungan Rujakgadung, Kelurahan Karangketug yang menjadi langganan banjir. Foto: Amal Taufik.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Lingkungan Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, menjadi salah satu wilayah langganan banjir. Pemkot masih belum menemukan formula yang tepat untuk mengatasi banjir.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, saat berkunjung ke lingkungan Rujakgadung pada Kamis (31/03/2022) sore tadi.

Mas Adi mengatakan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan Sungai Welang meluap dan merendam pemukiman di lingkungan Rujakgadung. Ketinggian banjir bahkan kerap mencapai 1 meter.

“Harapannya masyarakat, meskipun air masuk bisa cepat surut,” kata Adi.

Selain itu, banjir di lingkungan Rujakgadung juga membawa serta lumpur yang mengendap. Baik di jalan-jalan pemukiman, rumah, dan saluran irigasi. Hal ini akhirnya juga menjadi persoalan tambahan

Baca Juga :   Banjir Melanda di Beberapa Wilayah Pasuruan, Ini Penyebabnya

Pemkot Pasuruan sampai saat ini masih berdiskusi dengan sejumlah pihak merumuskan solusi-solusi untuk mengatasi banjir di Kota Pasuruan.

Menurut Adi, langkah yang paling memungkinkan adalah membangun rumah pompa. Namun begitu, rumah pompa belum tentu mampu mengatasi jika yang meluber ke pemukiman air beserta lumpur.

Selain itu, kemampuan rumah pompa menyedot air adalah 0,5 meter kubik per detik. Sementara debit air sungai di lingkungan Rujakgadung adalah 50 meter kubik per detik.

Artinya kemungkinan butuh 100 pompa untuk menyedot air. Namun demikian, di sisi lain, lumpur yang ikut terbawa arus air, jika masuk ke dalam mesin pompa, beresiko menyebabkan pompa macet.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mempelajari arus air yang kerap menyebabkan banjir di Rujakgadung.

Baca Juga :   Hujan Deras, Akses Malang - Surabaya Ini Kebanjiran

“Kita akan pelajari dulu arah air ini darimana. Kalau memang dari jembatan sungai itu, mungkin akan kita buat pintu. Jadi pas banjir ditutup. Baru kalau ada air yang tetap meluber, itu pakai pompa,” kata Gustap. (tof/asd)