Gak Bisa Ketemu Padahal Pengen Meluk Anak Saya

882

Bangil (wartabromo.com) – Rutan Kelas II B Bangil dipenuhi ratusan pengunjung, Senin (02/05/2022) pagi.

Ratusan pengunjung tersebut tak lain keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ingin merayakan lebaran di dalam tahanan.

Namun, meski diperbolehkan datang, tapi mereka hanya bisa menyapa lewat video call yang disediakan Rutan Bangil di dalam ruangan Sitamuku (Sistem Tatap Muka).

Dari pantauan di lapangan, momen mengharukan sudah pasti terlihat ketika para narapidana secara bergantian menyapa keluarganya melalui layar televisi yang telah disiapkan.

Di situ, mereka berinteraksi layaknya video call melalui handphone.

“Nggak bisa ketemu langsung. Padahal pengen meluk anak saya,” ujar Suratman sesaat setelah selesai bertatap muka melalui televisi.

Baca Juga :   Karutan Bangil : Tahanan Over Capacity akan Dipindahkan

Masih belum bisanya para WBP bertemu keluarganya merupakan kebijakan Pemerintah Pusat, yakni Kementrian Hukum dan HAM RI. Kepala Rutan Bangil, Tristiantoro Adi Wibowo menegaskan bahwa meski pemerintah telah melonggarkan kebijakan PPKM, namun pemberlakuan kunjungan tatap muka di Rutan Bangil tidak bisa dilakukan secara face to face. Melainkan melalui aplikasi video call pada televisi yang dipasang di Ruang Sitamuku.

“Sudah kita setting tempatnya sejak beberapa bulan lalu. Sudah lama pokoknya sejak Pandemi. Jadi keluarga bisa bervideo call saja tanpa bisa bertemu langsung,” tegasnya.

Sementara itu, khusus Idul Fitri tahun ini, para keluarga tak hanya boleh membawa makanan dan minuman kepada para narapidana saja. Melainkan juga pakaian satu stel yang terdiri dari 1 baju dan 1 celana kain.

Baca Juga :   Rutan Bangil Tegaskan Pelarangan HP pada Petugas dan Warga Binaan

“Kalau sarung dilarang. Kalau lontong atau ketupat harus dipisahkan dari pembungkusnya. Kue kring diletakkan di plastik dan kue yang tertutup harus dibelah dua,” tegasnya. (mil/yog)