Pemerintah Buatkan Vaksin Untuk Wabah PMK di Sapi

480
Pemerintah Buatkan Vaksin Untuk Wabah PMK di Sapi

Lumajang (Wartabromo.com) – Pemerintah menanggapi serius wabah Penyakit Mulut dan Kuku yang sedang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Salah satu caranya dengan mengupayakan pembuatan vaksin untuk hewan ternak.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo dalam rapat koordinasi penanganan Penyakit Mulut dan Kuku di Gedung Grahadi, Surabaya bersama Gubernur dan jajaran Bupati/Wali Kota mengatakan saat ini, PMK masih dalam tahap penelitian untuk menentukan penanganan selanjutnya. Penanganan tersebut, termasuk langkah pemberian vaksin kepada hewan ternak sapi yang teridentifikasi terserang PMK.

“PMK ini masih dalam proses penelitian lab secara mendalam, ini baru kita tentukan vaksin apa yang cocok dan kemungkinan vaksin akan kita buat sendiri saja, seperti yang lalu ternyata cukup ampuh,” ujarnya, Senin (9/5) malam.

Baca Juga :   Pembelajaran Tatap Muka SMA-SMK hingga Nama Bupati Pasuruan Kembali Dicatut untuk Lakukan Penipuan | Koran Online 4 Jan

Ia menyebut, wabah tersebut sama halnya dengan flu burung dan flu babi yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Ia pun menegaskan bahwa PMK sapi tidak menular kepada manusia. Hanya saja untuk daging sapi yang terindikasi gejala PMK disarankan untuk tidak dikonsumsi.

“Penyakit Mulut dan Kuku ini tidak menular pada manusia, ini sudah dipaparkan oleh Menteri Kesehatan di sidang kabinet,” imbuhnya.

Penanganan selanjutnya yakni akan dilakukan karantina kandang terhadap hewan ternak sapi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan untuk hewan yang mengalami gejala PMK akan dikarantina dan dilakukan perawatan intensif di dalam kandang oleh para petugas.

“Karantinanya berbasis kandang, nanti jika ada yang terindikasi basicnya jangan ada hewan ternak yang dibawa keluar kandang,” ujarnya.

Baca Juga :   Tangkap Pencuri Sapi, Polres Lumajang "Dinyinyiri" Warga Net

Dari beberapa kasus dilaporkan, setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari dari dokter hewan, biasanya hewan ternak akan membaik.

Untuk diketahui, wabah PMK ini telah menyebar di beberapa wilayah Jawa Timur. Antara lain, Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Jombang, Malang, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo dan Kota Batu. (rul/may)