Soal Kontestasi Pilkada Pasuruan, Gus Mufti: Itu Terlalu Dini, Silakan Munculkan yang Lain

531
dr. Mufti Anam saat berbincang di redaksi WartaBromo.

 

Pasuruan (WartaBromo)- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih dua tahun lagi. Perhelatan pilkada yang digelar 27 November 2024 itu mulai memunculkan nama-nama calon. Bahkan juga pasangan calon.

Salah satu calon yang sempat disebut-sebut maju di Pilkada Pasuruan adalah Gus Mufti AN Anam. Anggota komisi VI DPR RI ini bahkan juga sempat dipasang-pasangkan dengan calon lain.

Lantas, apakah Gus Mufti bersedia maju?

Melalui sambungan telepon selulernya saat dihubungi Warta Bromo.com, adik kandung mantan Bupati Azwar Anas ini menyatakan jika pembahasan Pilkada saat ini terlalu premature. “Saya kira terlalu dini membicarakan itu. Saya juga belum ada niatan atau keinginan untuk maju. Silakan saja memunculkan calon lain,” ujar Gus Mufti, kemarin.

Bebebapa waktu lalu, mulai dimunculkan beberapa calon atau pasangan calon yang berpotensi maju di Pilkada Pasuruan 2024. Di antanya, KH Mujib Imron (Wabup Pasuruan), Mufti Anam (Anggota DPR RI), Lulis Ratnawati (Istri Bupati Irsyad Yusuf), Sudiono Fauzan (Ketua DPRD), Andry Wahyudi (Wakil Ketua), Rusdi Sutejo (Wakil Ketua), Udik Djanuantoro (mewakili DPD Golkar), dan sederet nama lainnya.

Baca Juga :   Atasi Banjir di Perum GCA Gempol, Pemkab Sediakan Pompa Air

Bahkan, beberapa diantara media dan analis juga sempat mempasangkan mereka. Misalnya Gus Mujib berpasangan dengan Lulis Irsyad Yusuf atau Gus Mujib – Sudiono Fauzan. Karena Sudiono Fauzan juga dianggap presentasi dari wilayah NU Bangil. Lalu, Mufti berpasangan dengan Rusdi Sutejo.

Kemudian Udik Djanuantoro berpasangan dengan Andri Wahyudi. Hal ini catatannya jika Mufti Anam tetap tidak bersedia. Sehingga rekom PDI-P bisa dialihkan ke Andri Wahyudi.

Di luar nama-nama tersebut, tentu saja masih banyak tokoh Pasuruan yang punya kans untuk maju. Hanya saja, mereka belum bisa menentukan sikap, karena sebelum Pilkada digelar, masih menunggu hasil dari Pilihan Legislatif yang digelar pada 14 Februari 2024.

“Semuanya masih menunggu hasil Pileg. Siapapun tidak akan berani menentukan siapa yang maju Pilkada, kalau perolehan hasil kursi Pilegnya masih belum bisa diketahui,” tegas Udik Djanuantoro saat buka bersama dengan para insan jurnalis dan LSM, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Habib Zainal : Duo "Gus" Itu Poros Tengah

Hal senada juga disampaikan Andri Wahyudi. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan ini juga menegaskan jika hasil Pileg akan menentukan seberapa kuat tokoh yang akan digadang-gadang maju di Pilkada Pasuruan.

“Apakah akan maju sendiri. Atau berkoalisi. Semuanya tergantung dari perolehan kursi pilegnya. Kan pileg jadwalnya lebih awal. Jadi lihat perolehan kursinya dulu. Baru bicara pilkada,” cetusnya saat bertemu awak media dan lsm di rumahnya saat bukber lalu.

Gus Mufti Anam pun menegaskan jika dirinya sampai saat ini belum memikirkan soal pencalonan. Ulasan dalam mengemukakan pendapat soal pilkada Pasuruan itu juga pernah ia sampaikan saat sesi podcast di studio Warta Bromo pada Ramadan lalu.

Pihaknya saat ini terus berkonsentrasi sebagai wakil rakyat di Dapil Pasuruan – Probolinggo. Sebagai wakil rakyat di pusat, Gus Mufti berusaha untuk hadir dalam persoalan-persoalan yang diderita masyarakat. Termasuk ia kerap menyoroti kebijakan minyak goreng yang beberapa waktu lalu hilang di pasaran.

Baca Juga :   PDIP Separuh Jalan, Pastikan Usung Kader Internal Bertarung di Pilkada 2018

“Saya terus berusaha menyapa masyarakat. Saya ndak mau dianggap kalau sudah jadi dewan terus lupa. Makanya, saya memasang banner-banner itu bukan tujuannya apa-apa. Itu sebagai bentuk sapaan saya kepada masyarakat. Karena tidak mungkin saya satu persatu ke rumah masing-masing,” tegas pria yang juga menantu KH Idris Hamid Pasuruan ini.

Soal banner-banner yang terpasang sampai ke pelosok wilayah Pasuruan, menurutnya itu sudah dilakukan sejak lama. Tidak hanya saat tahun ini saja. Karena menurutnya, banner yang terpasang itu sebagai bentuk perhatian dan kehadiran dirinya untuk menyapa masyarakat. “Tapi, saya juga tetap turun ke lapangan. Bersama para relawan saya,” cetusnya. (day/asd)