Kelompok Mahfudijanto Baca Syahadat, tapi Mengingkari Bahwa Syahadat Adalah Syarat Masuk Islam

21078

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kelompok Mahfudijanto mengakui masih membaca syahadat. Tetapi mengingkari bahwa syahadat merupakan syarat masuk Islam.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota kelompok Mahfudijanto, Febri Dianto, kepada WartaBromo pada Minggu (15/05/2022) sore di sekitar Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

“Kami mengingkari itu (syahadat) untuk masuk Islam,” kata Febri.

Bagi Febri dan kelompoknya, untuk masuk Islam syaratnya bukan membaca syahadat, melainkan menerapkan ajaran-ajaran yang ada di dalam Al Quran.

Misalnya jika ada orang non Islam lalu ingin masuk Islam, menurut Febri, bukan diwajibkan membaca syahadat. Melainkan diminta membaca Surat Al Maidah ayat 68.

“Bahwa untuk menjadi orang beragama menurut pandangan Allah, itu harus mengerjakan apa yang ada di dalam kitab Allah,” ujar Febri.

Baca Juga :   MUI Minta Polda Jatim Tuntaskan Judi Online Probolinggo

Febri menegaskan, kelompoknya hanya mengingkari syarat masuk Islam adalah membaca syahadat. Namun kelompoknya tetap membaca syahadat pada setiap bacaan salat.

“Kalau salat ya kami baca syahadat. Kalau untuk masuk Islam kami tidak memercayai bahwa syahadat itulah syarat masuk Islam,” imbuh anak dari Mahfudijanto tersebut.

Selain itu Febri juga menepis beberapa tudingan yang diarahkan ke kelompoknya. Di antaranya, kelompoknya dituding tidak memercayai otentifikasi Al Quran berbahasa arab dan hanya memercayai Al Quran yang versi terjemahan.

Menurut Febri, Al Quran berbahasa arab tetaplah otentik. Hanya saja, ia dan kelompoknya selama ini mempelajari Al Quran versi terjemahan.

Kemudian kelompok juga dituding tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul. Soal ini Febri membantahnya. Ia dan kelompoknya mengakui Muhammad sebagai rasul yang menerima wahyu dari Tuhan.

Baca Juga :   MUI: Pemilu Wajib, Golput Haram

“Kami semua jalankan salat, puasa, dan zakat seperti yang diajarkan di Al Quran,” pungkas Febri. (tof/asd)