Kelompok Mahfudijanto Akui Tak Percaya Semua Hadis Nabi

1702
Mahfudijanto (kanan) dan Febri Dianto.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kelompok Mahfudijanto dituding tak memercayai hadis-hadis. Mereka membenarkan tudingan tersebut.

Salah satu anggota kelompok Mahfudijanto, Febri Dianto menjelaskan, mereka tak memercayai hadis bukan tanpa alasan. Mereka punya dasar ayat-ayat Al Quran.

“Kami memang meragukan, bahkan tidak percaya bahwa hadis itu dari Rasul. Dasar kami di Surat Yunus ayat 15 dan Surat Kahfi,” kata Febri kepada WartaBromo, Minggu (15/05/2022).

Dalam sudut pandang Febri, ada hal-hal yang di dalam Al Quran tidak diharamkan tapi kemudian diharamkan. Ia memberi contoh, misalnya, anjing.

Menurutnya di Al Quran tidak ada yang menyebut anjing najis. Lalu di dalam hadis Bukhari hewan buas bertaring juga diharamkan. Padahal, kata Febri, anjing dan hewan buas bertaring tidak diharamkan di Al Quran.

Baca Juga :   Tak Ada Juru Selamat Hari Ini

“Hadis itu kan muncul abad ketiga. Sedangkan Rasul Muhammad meninggal pada tahun 11 Hijriah. 300 tahun setelah rasul wafat,” imbuh Febri.

Namun begitu, kelompok Febri mengamalkan semua ajaran Islam seperti salat, puasa, zakat dan lainnya. Kelompoknya pun masih mengimani Allah sebagai Tuhan semesta alam dan Muhammad sebagai rasul.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kelompok Mahfudijanto dalam dua hari terakhir membuat heboh warga Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Mereka dituding melakukan penyimpangan terhadap ajaran Islam. Beberapa tudingan itu antara lain tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul hingga mengaku bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan. (tof/asd)