Menyimpang dari Ajaran Islam, Ini Fakta-Fakta Kelompok Mahfudijanto

665

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebuah kelompok di Pasuruan terindikasi menyimpang dari ajaran Islam. Beberapa fakta pun terungkap dari kelompok ini.

Kelompok tersebut diketahui melakukan aktivitas di Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pendirinya yakni Mahfudijanto (59), warga Polorejo RT 03/RW 07, Kelurahan/Kecamatan Purwosari.

Lantas, mengapa bisa dikatakan punya ajaran yang terindikasi menyimpang dari agama Islam? Untuk lebih jelasnya, berikut fakta-fakta yang dirangkum dari wartabromo.com:

1. Bisa Berkomunikasi dengan Tuhan

Fakta pertama, kelompok ini dituding bisa berkomunikasi dengan Tuhan secara langsung. Tudingan ini berdasarkan risalah fakta hingga kemudian Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan klarifikasi terhadap mereka.

2. Tidak Percaya Hadis-hadis Nabi

Selain mengaku bisa berkomunikasi dengan Tuhan, kelompok yang didirikan Mahfudijanto juga tidak percaya dengan hadis-hadis Nabi. Hal tersebut diungkap dengan jelas oleh salah satu anggotanya, Febri Dianto.

“Kami memang meragukan, bahkan tidak percaya bahwa hadis itu dari Rasul. Dasar kami di Surat Yunus ayat 15 dan Surat Kahfi,” kata Febri kepada WartaBromo, Minggu (15/05/2022).

Baca Juga :   Tak Miliki Izin, Satpol PP Kota Pasuruan Sita Puluhan Miras

3. Tak Menggunakan Syahadat Sebagai Syarat Masuk Islam

Sebagaimana diketahui umat Islam pada umumnya, syahadat adalah sebuah kalimat yang wajib diucapkan seseorang yang akan maksuk Islam. Pasalnya, merupakan asas dan dasar dari lima rukun Islam, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam.

Namun, berbeda dengan ajaran yang dilakukan Mahfudijanto. Ia mengaku tak menggunakan syahadat untuk menuntun seseorang masuk Islam. Melainkan diganti dengan membaca Surat Al Maidah ayat 68.

“Kalau salat ya kami baca syahadat. Kalau untuk masuk Islam kami tidak memercayai bahwa syahadat itulah syarat masuk Islam,” terang Febri.

4. Sudah Menganut “Madzab” Berbeda Sejak 14 Tahun Lalu

Fakta mencengangkan berikutnya adalah Mahfudijanto sudah mempercayai ajaran menyimpang tersebut sejak 14 tahun lalu. Namun, dalam kurun waktu tersebut, ia mengaku tak pernah melakukan perekrutan anggota untuk masuk ke kelompoknya.

Baca Juga :   Kejar-kejaran Tangkap Maling Motor hingga WNA Palestina yang Kabur Ditangkap | Koran Online 24 Feb

5. Mulai Percaya Sejak Merasa Mendapat Azab Langsung dari Tuhan

Bukan tanpa sebab, Mahfudijanto mengaku mengalami sebuah kejadian yang membuatnya kemudian percaya “madzab” baru. Yakni dijatuhi azab oleh Tuhan.

Dalam ceritanya, Mahfudijanto dahulu adalah orang yang tak taat dengan ajaran agama. Hingga suatu waktu, tiba-tiba ia mengalami kelumpuhan total pada bagian kaki. Kelumpuhan tersebut kemudian membuatnya bertaubat.

Setelah pertaubatannya itu, Mahfudijanto mengklaim Tuhan menurunkan azab, mengoperasi dirinya dan bekas-bekas jahitannya pun disebutnya masih ada. Semua pemahaman tersebut didapatkan secara mandiri (tak berguru) dan hanya belajar dari Al-Qur’an terjemahan.

6. Keberadaanya Dibenarkan MUI

Kabar adanya dugaan aliran sesat di Wonorejo, dibenarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan. Bersama pihak terkait, MUI bahkan telah mendatangi lokasi, Jumat (13/5/2022) lalu.

Pembenaran tersebut dilandaskan tiga sebab. Pertama, kelompok Mahfudijanto hanya berguru kepada Allah. Kedua, tidak mengakui adanya rukun Islam dan rukun iman. Ketiga, Nabi Muhammad hanya manusia biasa dan tidak jauh beda dengan presiden.

Baca Juga :   Dendam Kesumat Jadi Motif Pelajar Ini Habisi Tetangganya

7. Beranggotakan 12 Orang

Sebagaimana informasi terbaru yang didapatkan wartabromo pada, Senin (16/05/2022), kelompok Mahfudijanto beranggotan 12 orang. 5 orang di Wonorejo dan 7 orang di Purwosari. Bahkan, masih ada lagi yang berada di Kejayan, tetapi belum diketahui jumlahnya.

Namun, dari kedua belas tersebut yang masih aktif berkomunikasi hanya lima orang saja. Sementara tujuh orang di Purwosari dan yang berada di Gondangwetan maupun Kejayan belum diketahui secara pasti.

8. MUI akan bertabayyun

MUI Kabupaten Pasuruan untuk sementara ini menyimpulkan pemahaman Mahfudijanto dan kelompoknya menyimpang dari Islam. Rencananya, dalam waktu dekat, MUI akan mengundang kelompok Mahfudijanto untuk tabayyun.

“Kalau mereka ini rujuk ilal haq, kembali kepada kebenaran dan mereka bertaubat, maka kita berharap persoalan selesai agar tidak menyebar,” kata Anggota Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Pasuruan, Muzammil Syafii. (trj/may)