Tiga Sosok Mistis di Tanah Jawa yang Paling Ditakuti Selain Badarawuhi

1492

Pasuruan (wartabromo.com) – Munculnya cerita KKN di Desa Penari membuat masyarakat gencar membicarakan hal mistisnya. Lebih lagi mengenai sosok Badarawuhi.

Menurut cerita, Badarawuhi adalah sosok siluman ular berparas cantik penunggu desa di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur. Meski cantik dan penuh pesona, sosoknya kerap menggoda para pria dan bila marah bisa mengubah diri menjadi ular hitam yang besar.

Tak cuma Badarawuhi saja, dilansir dari berbagai sumber ada 3 sosok mistis yang juga dikenal paling ditakuti masyarakat di tanah Jawa. Siapa saja?

Yuk, simak!

1. Sabda Palon

Tokoh misterius yang terkenal tanah Jawa pertama adalah Sabda Palon. Sosoknya dikenal sebagai peramal yang cukup populer dan merupakan penguasa tanah Jawa.

Baca Juga :   Aroma Mistis Kembang Kantil Bikin Meringis

Diberi nama Sabda Palon karena berasal dari dua suku kata, yakni “Sabda” dan “Palon”. Sabda artinya orang yang memberikan masukan dan Palon bermakna orang yang mengunci kebenaran di alam semesta.

Menurut kepercayaan, dulunya Sabda Palon adalah seorang pandita dan penasihat Prabu Brawijaya V dari kerajaan Majapahit. Karena itulah masyarakat di tanah Jawa begitu mengagungkannya.

2. Nyi Rantam Sari

Kalau di Jawa Timur ada Badarawuhi sebagai salah satu sosok mistis yang ditakuti, maka di Jawa Tengah ada Nyi Rantam Sari. Konoon, Nyi Rantam Sari adalah saudara dari Nyi Roro Kidul.

Nyi Rantam Sari namanya sering dikaitkan dengan kejadian-kejadian misterius di Pantai Utara. Namun, dari cerita yang beredar dulunya Nyi Rantam Sari adalah seorang wanita cantik dari Kota Pekalongan.

Baca Juga :   Mistis! Lewat Tol Malang-Pandaan, Pria asal Sumut Malah Tersesat di Hutan

3. Semar

Masyarakat Jawa pasti tak asing dengan Semar. Ya, ia adalah tokoh pewayangan yang dalam penokohan kedudukannya sebagai ayah dari petruk, gareng, serta bagong. Semar dianggap sebagai sesepuh sakti bertubuh gemuk dan punya perut jemblung.

Lantas, apa yang membuat Semar begitu ditakuti? Adalah karena ia merupakan sosok penjaga Jawa yang usianya paling tua. Keberadaan Semar begitu diyakini berupa suara tanpa rupa. (trj/may)