Keren! Saat Wabah PMK, Pelajar di Lereng Bromo Bikin Suplemen untuk Sapi

728
Keren, Pelajar di Lereng Gunung Bromo Bikin Suplemen untuk Sapi
Puspo (wartabromo.com) – Pelajar SMK Negeri di Kabupaten Pasuruan berhasil membuat suplemen untuk sapi. Selain untuk daya tahan sapi, suplemen tersebut mampu menambah nafsu makan. Hal ini dilakukan oleh siswa-siswi di SMKN Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Para pelajar tersebut membuat minuman probiotik dengan bahan yang mudah di cari. Seperti susu segar, ragi, kunyit, air suling, tetes tebu, arang kering dan air kelapa. Kemudian, satu persatu bahan di proses dengan blender. Ninuk Merdiana Oktaviana, guru pendamping di sekolah tersebut mengatakan, pembuatan probiotik di sini berawal saat merabaknya virus covid-19 dua tahun yang lalu. Kemudian, pihaknya mencoba untuk membuat penguat antibodi untuk virus tersebut.
Baca Juga :   Satu Pasien Positif Covid-19 Kota Pasuruan Meninggal, Tercatat sebagai Warga DKI
Nah, saat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga merebak di sejumlah wilayah di Indonesia, pihaknya kembali membuat suplemen berbentuk minuman untuk ternak. “Dulu juga pernah bikin probiotik covid-19. Tapi sekarang juga bikin lagi probiotik hewan ternak khusus untuk sapi,” kata Ninuk saat dikonfirmasi wartabromo.com, Jumat (20/5/2022). Keren, Pelajar di Lereng Gunung Bromo Bikin Suplemen untuk Sapi Manfaat suplemen yang dibuat pelajar tersebut adalah untuk membantu daya tahan tubuh ternak melawan bakteri jahat yang menyerang. “Selain membantu melindungi datangnya virus lebih awal, probiotik ini juga menambah nafsu makan serta memperbaiki pencernaan dan peradangan organ dalam ternak,” tuturnya. Sementara itu, menurut pelajar, pembuatan suplemen hewan ini sudah dilakukan sejak lama. Pasalnya, di wilayah lereng gunung bromo khususnya Puspo rata-rata adalah peternak sapi.
Baca Juga :   Identitas 5 Tersangka BOP Kemenag RI hingga Pemotor Pakai Helm Rice Cooker | Koran Online 29 Mei
“Harapannya, probiotik ini diharapkan bisa mencegah agar tidak terinfeksi virus hewan,” kata Arya Krisna, salah satu siswa di sekolah tersebut. Cara penggunaannya pun cukup mudah, yakni dengan diminumkannya probiotik itu kepada hewan, selain itu juga disemprotkan pada sudut-sudut kandang. Sementara itu, Ragil Pambudi, peternak sapi sendiri merasa terbantu dengan adanya probiotik ini. Sebab adanya wabah ini membuat peternak kelimpungan. Sehingga sapi harus dijaga betul kesehatannya “Alhamdulillah, ini buat antisipasi pencegahan PMK di wilayah Puspo ini,” kata Ragil. Hasil produksi probiotik yang dibuat oleh pelajar di SMKN tersebut sementara masih dibagikan ke para peternak di wilayah Puspo. (don/may)