Enam CJH Wanita Di Kota Probolinggo Mundur

617
Ilustrasi jamaah haji. Foto: Dokumen WartaBromo.

Probolinggo (WartaBromo.com) – Enam calon jamaah haji (CJH) wanita di Kota Probolinggo memilih mundur. Sebab, si suami atau pasangannya terkena aturan batas usia yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Musim haji tahun ini, Kota Probolinggo mendapat kuota sebanyak 92 orang. Namun, 6 di antaranya memilih mengundurkan diri. Padahal, mereka  CJH sudah melunasi ongkos haji.

“Ada 6 yang mundur, sebab suaminya tak berangkat tahun ini. Suami dari 6 wanita itu, terkena pembatas usia 65, jadi istri mundur. Pengennya berangkat bersama-sama,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Samsur.

Otomatis, posisi ke-6 CJH itu bakal gantikan oleh cadangan. Dimana ada 25 orang yang masuk dalam daftar cadangan berangkat. 18 di antaranya sudah melunasi biaya haji.

Baca Juga :   13 Kecamatan di Probolinggo Kesulitan Air Bersih

“Siapa atau nama-namanya, apa kata provinsi (Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, red),” tandas pria yang juga Ketua PCNU Kota Probolinggo itu.

Di antara keenam CJH yang mundur itu adalah Nasipi (64), warga Jalan Sunan Bonang, Gang Masjid Ridho, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamayan Kedopok. Ia memilih mundur karena suaminya Mardi (70) gagal berangkat.

“Saat mengetahui suami saya gagal berangkat, saya mendapat pilihan, terus atau mundur. Akhirnya saya memutuskan untuk mundur dan ikut suami untuk tidak berangkat haji pada tahun ini,” ujarnya dengan nada kecewa.

Semula ia dan suaminya senang dapat berangkat ke tanah suci. Setelah dua tahun tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Alhamdulillah, 1.022 Calhaj Lumajang Sudah Berangkat Menuju Makkah

Pasutri yang mendaftar pada 2011 itu, sudah mempersiapkan segala sesuatu. Seperti baju hingga biaya perjalanan haji sudah dilunasi.

Namun, niat baik terbentur aturan pemerintah yang mengeluarkan persyaratan CJH usia 65 tahun ke atas tidak dapat berangkat.

“Meskipun pada tahun ini saya gagal berangkat, saya berharap, tahun depan saya dan suami dapat menunaikan ibadah haji,” tutur ia dengan harapan yakin. (saw/asd)