262 Sapi di Lumajang Sembuh dari PMK, Berikut Tips Kesembuhannya

752

Lumajang (wartabromo.com)Sebanyak 262 sapi di Lumajang berhasil disembuhkan dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya sapi lekas sembuh.

Hal ini berdasarkan data Dinas Ketahanan dan Pertanian Lumajang, per 28 Mei 2022.  Jumlah sapi yang terkena PMK yakni 279 ekor. Sebanyak 262 di antaranya sembuh, dan sisanya 17 ekor mati.

“Beberapa kasus yang ditemui di kandang saat ini adalah sapi sudah sembuh di bagian mulut (tidak ngiler, makan normal) tapi kaki pincang terlihat kesakitan,” ujar drh. Doni Afandi, Kepala UPT Rumah Potong Hewan Kabupaten Lumajang.

Dijelaskan kemudian, rata-rata sapi yang terkena PMK mengalami masalah seperti sariawan pada hari pertama dan kedua. Kemudian disusul dengan kaki pincang di hari ketujuh.

Baca Juga :   Mandi Air Hangat, Sehat atau Berbahaya?

“Data di atas hari ke 5 dan 7 makan sudah mulai enakan, tapi kaki masih pincang dan bisa melanjut ke infeksi lebih parah,” lanjutnya.

Namun masih kata drh. Doni, untuk mengantisipasinya, peternak disarankan untuk meletakkan sapi di tempat empuk seperti tanah, atau kandangnya diberi karpet. Tujuannya supaya saat kuku terinfeksi, maka tidak sampai lepas.

“Dan untuk mempercepat kesembuhan, kakinya bisa memakai antibiotik spray dan mineral dengan kandungan kalsium tinggi,” tandasnya.

Kunci Kesembuhan Sapi

Sementara itu, drh. Rosiana Febrianila, dokter hewan mengungkapkan, kunci dari kesembuhan sapi adalah peternak harus telaten. Seperti tidak membiarkan sapi tidak makan meski tidak nafsu makan.

“Kalau bisa ya disuapi, ya kayak sedang merawat orang sakit itu. Supaya sapi tidak kehabisan tenaga dan kelaparan,” ujarnya.

Baca Juga :   Alami Demam, 1 PDP Jalani Isolasi di RSUD Bangil

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan yakni membuat jamu dari empon-empon. Lalu diberikan air degan supaya tetap terhidrasi.

“Diminumkan gula merah juga dua kali sehari jika sapi tidak nafsu makan. Untuk menggantikan tenaga yang terkuras. Kuncinya harus telaten,” tutupnya. (may/ono)