Cara Ini Bisa Lebih Ampuh Atasi Demam Berdarah Ketimbang Fogging

468

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejauh ini, kebanyakan orang menganggap fogging adalah cara paling efektif mengatasi demam berdarah. Padahal ada cara lain yang jauh lebih ampuh.

Yakni dengan menginfeksi nyamuk Aedes aegypti menggunakan bakteri wolbachia. Apakah itu? Wolbachia adalah sejenis bakteri yang ada pada sel tubuh serangga dan ditemukan di beberapa serangga, salah satunya nyamuk.

Nyamuk ber-Wolbachia telah diteliti mulai tahun 2011 di laboratorium Eliminate Dengue dan dinilai cukup berhasil mencegah penularan DBD. Penelitian tersebut digagas oleh World Mosquito Program (WMP).

Di Indonesia, penerapan uji coba nyamuk Wolbachia dipusatkan di Yogyakarta. Secara teknis, pelaksanaan uji ini dilakukan dengan membagi wilayah Yogyakarta menjadi 24 klaster.

Riris Andono Ahmad, peneliti pendamping WMP Yogyakarta dan Direktur Pusat Kedokteran Tropis FKKMK Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan, dari 24 klaster, 12 klaster sebagai lokasi penyebaran wolbachia, dan 12 klaster lain sebagai klaster kontrol.

Baca Juga :   Diamuk Ombak, Pembatas Laut hingga Rumah Warga di Lekok Kemasukan Air Laut

“Hasil uji efikasi wolbachia ini cukup menggembirakan, yaitu wolbachia efektif menurunkan 77% kasus dengue, dan menurunkan 86% kasus dengue yang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Bagaimana cara kerjanya? Dilansir dari mongabay.co.id, mulanya wadah diisi air dan telur nyamuk ber-wolbachia dimasukkan ke dalamnya. Wadah-wadah berisi telur tersebut kemudian diletakkan di tempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk.

Setelah telur nyamuk berkembang dewasa, akan menghasilan turunan wolbachia. Turunan wolbachia inilah yang nantinya bekerja dengan menekan, merebut makanan dalam sel yang akhirnya menghambat perkembangan virus dengue.

Senada dengan Riris, Warsito Tantowijoyo, ahli epidemologi turut membenarkan praktik ini. Sebab, pelitian dengan teknologi wolbachia juga sudah dikaji dalam pertemuan ke-13 WHO Vector Control Advisory Group pada 7-10 Desember 2020.

Baca Juga :   PMK Merebak, Daging-Susu Tetap Aman Dikonsumsi

“Artinya, saat terjadi gigitan, virus pada nyamuk tidak sampai masuk ke manusia karena sudah di-block bakteri tadi,” terang Warsito.

Bukan sekadar penelitian biasa, penggunaan nyamuk ber-wolbachia untuk menekan DBD bahkan telah mendapat dukungan dari Kementrian Kesehatan.

Pada 21 November 2021 lalu, delapan perwakilan kabupaten/kota di Indonesia diundang untuk menjajaki kemungkinan penerapan metode ini.

Beberapa daerah di Indonesia dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan UGM untuk memesan telur nyamuk berwolbachia guna disebar di permukiman penduduk. (trj/asd)