Wabah PMK Kian Menggila, 12 Ekor Sapi di Kabupaten Pasuruan Mati

561

Pasuruan (WartaBromo.com) – Jumlah sapi yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan makin bertambah. Belasan di antaranya mati.

Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib Imron membeberkan, hingga saat ini pemkab mencatat ada 1.133 ekor sapi yang terinfeksi PMK.

Ribuan ekor sapi itu tersebar di 12 kecamatan di antaranya, Kecamatan Gondangwetan, Kejayan, Lekok, Lumbang, Pandaan, Nguling, Prigen, Purwodadi, Purwosari, Sukorejo, Tutur, hingga Winongan.

Menurut Gus Mujib, jual beli ternak di Kabupaten Pasuruan belum bisa dikendalikan. Masih ditemukan penjual sapi yang membeli atau menjual sapi dari dan ke luar daerah.

“Kami minta agar blantik sapi menahan diri untuk tidak membeli sapi dari daerah wabah. Utamakan keselamatan ternaknya dulu,” kata Gus Mujib, Senin (06/05/2022).

Baca Juga :   Dinsos Kabupaten Pasuruan Coret 2.467 Keluarga Penerima PKH

Pengasuh Ponpes Al Yasini tersebut mengaku, sampai saat ini pemkab terus berupaya menangani penyebaran PMK. Pemkab berharap semua pihak, seperti pemilik, peternak, dan penjual sapi ikut berpartisipasi.

Di Kabupaten Pasuruan, dari sekian ribu ekor sapi yang terinfeksi PMK, 12 di antaranya mati. Sebanyak 10 ekor adalah sapi di Kecamatan Lumbang dan 2 ekor di Kecamatan Purwosari.

“Untuk itu kami minta jika mendapati sapi bergejala mirip PMK segera laporkan ke Dinas Peternakan. Jangan sampai terlambat,” ujar Gus Mujib. (tof/asd)