Dituduh Punya Santet, Pasutri Diusir dari Pulau Gili Ketapang

651

Sumberasih (wartabromo.com) – Sepasang suami-istri (Pasutri) diusir dari Pulau / Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, ia diyakini oleh warga mempraktekkan ilmu hitam.

Informasi yang didapat WartaBromo, sebelumnya warga sempat mengepung rumah pasutri berinisial H dan Y pada Rabu (8/6/2022). Mereka yang didominasi oleh emak-emak, meminta keduanya keluar dari pulau Gili Ketapang karena diduga memiliki santet.

Bahkan, beberapa warga juga melempar tempat tinggal pasutri itu dengan botol berisi bensin. Beruntung kobaran api hanya membakar semak-semak di halaman belakang rumah.

Perangkat desa yang tiba di lokasi berhasil meredam amarah massa. Pasutri tersebut kemudian dievakuasi keluar desa untuk mencegah aksi anarkis lanjutan dari warga.

Baca Juga :   Ditinggal Jamaah, Dua Motor Amblas Dimaling

Adanya peristiwa anarkis tersebut dibenarkan Badrul Munir, kepala desa setempat. “Pada Rabu malam, ratusan warga mengepung rumah pasutri, untuk mengusirnya dari Gili ketapang. Agar tak meluas, kami evakuasi,” tuturnya ada Jumat, 10 Juni.

Munir menjelaskan jika pasutri tersebut sejatinya bukan penduduk setempat. Melainkan warga Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih. Setahun yang lalu, mereka datang ke pulau yang terkenal dengan snorkeling-nya itu. Mengaku terlilit hutang piutang di desa asal.

Di pulau terluar Kabupaten Probolinggo itu, keduanya tinggal di sebuah gubuk. Si suami bekerja sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan istrinya membuka jasa pijat tradisional.

Kepada warga yang menggunakan jasanya, Y mengaku bisa mengembalikan santet ke pengirimnya. Informasi itu, kemudian menyebar luas di kalangan warga. Sehingga masyarakat Gili Ketapang resah.

Baca Juga :   Dorr! Pemuda Gending Tewas Tertembak Bedil Juragan

“Jadi selama tinggal di Gili Ketapang, si istri sesumbar bisa mengembalikan orang yang terkena santet. Mungkin karena itu, banyak warga kesal, maka pada Rabu malam, ratusan warga mengepung rumah pasutri itu,” tandas ia.

Dengan menggunakan perahu tradisional, pasutri tersebut dievakuasi menuju ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Mereka di jemput oleh petugas dari Polsek Sumberasih dan Polres Probolinggo untuk dibawa ke Polsek Sumberasih.

Di kantor polisi, H dan Y menjalani pemeriksaan. Namun, mereka membantah mempunyai ilmu santet. “Pasutri ini tak terbukti memiliki santet, hanya warga menuduh pasutri ini memiliki santet. Sudah kita pulangkan ke rumahnya di Muneng Kidul,” kata Kapolsek Sumberasih, Iptu Agus Santoso. (lai/saw/asd)