Lolos Susah Payah, Kiper Kabupaten Pasuruan Dilarikan ke Rumah Sakit

644

Jember (WartaBromo)- Ambisi Kabupaten Pasuruan untuk lolos ke babak 8 besar akhirnya kesampaian. Hal ini setelah tim asuhan Subangkit ini berhasil menang tipis atas Kota Malang dengan skor 2-1. Hanya saja, kemenangan ini harus dibayar mahal. Karena sang penjaga gawang, M Hisyam harus dilarikan ke rumah sakit akibat cedera bahu dan leher.

Para punggawa Kabupaten Pasuruan dibuat ketir-ketir, ketika sang penjaga gawang terkapar di depan mistar. Kiper asal Sengongagung Purwosari ini sempat menghalau bola di udara. Namun, tubuhnya sempat terkena benturan keras pemain depan lawan di menit 61. Parahnya, posisi jatuh Hisyam kemudian tidak bertumpu dengan wajar. Sehingga, mengenai bahu dan leher lebih dulu yang menyentuh ke tanah.

Akibat tabrakan ini, striker Kota Malang, Fareel langsung dikartu merah wasit. Kartu merah sebelumnya juga diterima kipper Malang, Sheva Kharisma di menit 24 setelah membuat pelanggaran.

Kejadian mengerikan ini dialami Hisyam ini menjadi wasit Gunawan asal Bojonegoro harus menunda pertandingan beberapa menit. Sang pengadil ini kemudian meminta bantuan tim medis untuk segera melakukan penanganan. Karena cederanya cukup parah, akhirnya Hisyam harus digantikan kiper cadangan, A Yanuar A.

Hisyam kemudian dibawa ambulance Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk dilarikan ke RS Soebandi Jember. Ambulance yang dikemudikan Syamsul Huda itu memang di-standby kan di wilayah Jember.

“Informasi dari tim medis, ada fraktur (patah) pada tulang bahu). Sekarang masih observasi 24 jam di RS Soebandi,” ujar salah satu tim medis seperti yang dilaporkan ke pengurus KONI Kabupaten Pasuruan.

dr Ugik Setyo Darmoko, salah satu pengurus KONI Kabupaten Pasuruan  yang mendapat informasi tragedi di sepak bola itu coba terus berkomunikasi dengan tim medis di Jember. “Kita lihat besok. Kalau kondisinya sudah stabil, mungkin akan dibawa ambulance ke RS Bangil,” ujar dr Ugik sore tadi.

Kondisi yang menimpa Hisyam ini sangat disayangkan pelatih Subangkit. Menurut mantan pelatih Persekabpas ini pihaknya menyayangkan permainan keras yang diperagakan tim Kota Malang. “Seharusnya itu tidak perlu terjadi. Apalagi benturan cukup keras dengan kiper seperti itu,” keluhnya.

Sebenarnya, lanjut Subangkit, jika pertadingan kedua tim menerapkan total football, tentu asyik diihat. Timnya sendiri sudah berusaha untuk bermain sabar dan menerapkan pertandingan menghibur. Namun, pancingan skuad Malang, kadang membuat pemain Bumi Sakera sempat mengimbangi.

Kemenangan Tim Kabupaten Pasuruan ditentukan melalui sontekan gelandang Nofi Atmaja di menit 11 dan 51. Keunggulan Kabupaten Pasuruan ini harus dilalui dengan susah payah. Karena tim lawan yang sudah tidak ada peluang lolos, namun mampu memperkecil kedudukan, bahkan sempat menyamakan kedudukan melalui sepakan keras Farrel di menit 16.