Perseteruan Rekam Video Kuda Rp50 Ribu di Bromo Berakhir ‘Restorative Justice’

2851

Sukapura (WartaBromo.com) – Perseteruan antara tukang ojek kuda vs wisatawan, soal rekam video Rp50 ribu akhirnya usai. Disaksikan pemandu wisata, TNI, Polri dan masyarakat adat Tengger, oknum tukang ojek kuda dalam video minta maaf.

Permintaan maaf itu dilakukan oleh Suyono (52), warga Cemara Lawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Dalam video permintaan maaf berdurasi 48 detik itu, Suyono menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya kepada Bapak Aldi pemilik akun tiktok @aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi.

“Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya Pak Suyono, pemandu kuda di wisata Gunung Bromo. Meminta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar besarnya khususnya kepada Bapak Aldi pemilik akun tiktok aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi,” tuturnya, Kamis (23/06/2022).

Baca Juga :   Menjelaskan Duduk Persoalan atau Meminta Wartawan Tidak Menulis?

Selain meminta maaf melalui video klarifikasi, Suyono juga sudah meminta maaf pada wisatawan pemilik akun @aldidutcho di tiktok. Keduanya berkomunikasi melalui video call. Hasilnya, keduanya juga sudah saling memaafkan.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama TNI dan TNBTS untuk menindaklanjuti video viral tersebut.

“Kami bersama TNI dan TNBTS turun tangan dengan memberikan hukuman untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Langkah cepat ini dilakukan untuk mewujudkan sikap humanis dan menjaga kearifan budaya lokal,” kata Arsya.

Dengan adanya permintaan maaf itu, diharapkan Suyono menyadari dan menjadi jera atas apa yang dilakukannya. Tak hanya menyakiti perasaan wisatawan dan masyarakat luas, tapi juga bisa melanggar hukum. Karena melakukan tindak pidana pemerasan.

Baca Juga :   Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga Dringu

“Mengingat itikad baik dari pelaku pun menjadi alasan untuk diberikan restorative justice. Apalagi saat ini sektor pariwisata Gunung Bromo kini mulai bangkit semenjak pandemi Covid-19,” pungkas Arsya.

Viral Video Pemalakan di Bromo

Diwartakan sebelumnya, jagad maya kembali heboh soal wisata Bromo. Beredar video viral saat wisatawan merekam ojek kuda di laut pasir, tapi malah “dipalak” oleh tukang ojek kuda. Si tukang ojek berdalih, wisatawan merekam kuda secara diam-diam, tanpa sepengetahuannya.

Pengalaman pahit itu dialami oleh akun @aldidutcho. Saat itu dirinya berwisata di Bromo, lalu dengan maksud merekam keadaan sekitar, dirinya pun mengeluarkan ponsel dan merekam suasana sekitar. Termasuk di dalamnya, tukang ojek kuda tengah menunggang kudanya. (lai/saw)