Antara Realita dan Tahayul, Ini Penjelasan Al-Qur’an Tentang Orang Indigo

1259
Foto anak memegang kartu. Ilustrasi: Pixabay.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Keberadaan orang indigo ternyata masih menyisakan tanya bagi sebagian masyarakat, khususnya umat Islam. Tak heran jika banyak yang mengkajinya lebih lanjut dan mempertanyakan “Apakah Al-Qur’an benar menyebutkan ada orang indigo?”

Dilansir dari suara.com, dalam dunia medis orang indigo disebut dengan istilah Extra Sensory Perception (ESP). Dimana, mengacu pada kemampuan mengirim dan menerima info tanpa menggunakan panca indera.

Berbeda dengan itu, masyarakat menyebut orang indigo dengan “orang yang dianugerahi indera keenam”. Dan tentu saja, beberapa kalangan masih mempertanyakan, apakah benar indera keenam itu memang ada dan dibenarkan dalam Al-Qur’an.

Nah, bila dikaji secara sederhana, disebutkan dalam Al-Quran bahwa pada prinsipnya tak ada manusia atau makhluk lainnya (jin) yang bisa mengakses apalagi mengetahui secara detail tentang hal-hal atau perkara ghaib.

Baca Juga :   Tips Khatam Alquran Selama Ramadan, Coba Yuk!

Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Al-Jin ayat 26:

“(Dialah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.” (Q.S. Al-Jin:26).

Lantas, bagaimana pendapat para ulama mengenai anak indigo? Buya Yahya dalam kanal Youtube Al-Bahjah TV mengatakan, di dunia tasawuf memang ada penjelasan mengenai seseorang yang “dibukakan penglihatannya” oleh Allah.

Hanya saja, orang tersebut memang tergolong orang yang punya amal saleh dan ia adalah ahli ibadah. Selain dari itu, maka kemampuan serupa yang ada dalam diri seseorang berasal dari setan.

“Kalau dia terlihat orang yang saleh, ahli ibadah, dermawan, orang saleh ga akan pamer diceritakan-ceritakan begitu. Tapi, kalau dia bercerita yang aneh-aneh antara khayalan, perasaan, melihat apa dan sebagainya, angan bertanya, jangan percayai karena itu gangguan setan,” tegasnya.

Baca Juga :   Ciri-Ciri Anak Indigo Saat Dewasa yang Mudah Dikenali

Berdasarkan tanggapan dari Buya Yahya, bisa ditarik kesimpulan indigo bisa dianggap tahayul juga realita. Tergantung bagaimana orang tersebut menggunakan kemampuannya. Artinya, indigo bukanlah sebuah kelebihan yang harus dibanggakan atau disalahgunakan.

Kemampuan Indigo dikaruniakan hanya kepada hamba-hamba Allah yang shaleh dan mereka membuat orang atau manusia lainnya semakin bertauhid dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT.

Seperti terjadi pada Nabi Khidir AS yang memperoleh pengetahuan (seperti ilham atau intuisi) dari Allah tanpa proses belajar seperti manusia umumnya.

“Maka mereka berdua (Nabi Musa dan pembantunya) mendapatkan seorang hamba dari hamba-hamba Kami (yaitu nabi khidir), yang telah Kami anugerahi rohmat dan telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. (QS. Al-Kahfi: 65). (trj/may)