Polisi Ini Jadi “Dokter” Ikan Arwana

37

Pasuruan (WartaBromo.com) – Seorang anggota polisi di Satlantas Polres Pasuruan memiliki keahlian khusus dalam merawat ikan hias berjenis arwana. Ia dapat menyembuhkan ikan arwana yang sedang sakit.

Aipda Syamsudin, anggota Satlantas Polres Pasuruan membuka praktik perawatan ikan arwana di rumahnya di Perumahan Graha Candi, Jalan, K.H. Hasyim Ashari, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasueuan Jawa Timur.

Sehari-hari, Ia sibuk untuk merawat puluhan arwana yang berada di rumahnya tersebut. Selain membudidayakan, polisi ini juga memiliki jasa perawatan ikan arwana.

“Berawal dari dulu juga hobi, memang suka merawat ikan arwana, hingga sekarang bisa membudidayakan ikan arwana,” kata Syamsudin saat ditemui dirumahnya, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga :   Mempelai Pria Nekat Nikah saat Covid, Jalani Karantina hingga Kasus Positif Covid di Kabupaten Pasuruan Didominasi Dokter dan Perawat | Koran Online 14 April

Berkat kegigihannya merawat dan membudidayakan ikan arwana sejak 4 tahun yang lalu, saat ini ia bisa memiliki puluhan bibit ikan. Jenisnya ada bermacam-macam.

Praktik Perawatan Ikan Arwana

Sementara praktik perawatan yang dimaksud adalah “salon” dan operasi ikan arwana. Untuk ikan yang boleh dilakukan perawatan karena ada masalah, minimal memiliki ukuran 20 centimeter.

“Saya lihat dulu ikannya, kalau sehat tapi ada keluhan berat dan memungkinkan di operasi. Ikan tersebut saya suruh untuk puasa tidak dikasih makan 4-7 hari,” ungkapnya.

Ada tiga tingkatan perawatan atau pembuahan arwana. Diantaranya yakni, operasi ringan, meliputi, patah dayung, patah sirip dan patah ekor. Operasi sedang yang meliputi cakil ikan dan untuk yang paling susah adalah operasi berat yang membedah maya dan perut kembung pada ikan.

Baca Juga :   Pemkot Pasuruan Alokasikan Banpol Sebesar Rp557 juta, Ini Rinciannya

“Prosesnya memang butuh ketelatenan dan ketelitian. Pertama saya lakukan bius terhadap ikan sebelum dilakukan proses perawatan maupun operasi,” katanya sambil memberi makan ikan arwana.

Untuk jasa biasa, tarif yang dipatok oleh Syamsudin adalah Rp250 – Rp1 juta-an. Semua tergantung tingkat kesulitan perawatan dan penyembuhan ikan arwana.

Pria yang lahir di kota gethuk pisang Kediri ini juga bisa memberikan chip pada ikan arwana. Hal itu dilakukan agar ikan yang dibeli sudah memiliki identitas dan terdaftar resmi di BKSDA.

“Semua arwana milik saya ini sudah memiliki chip,” tuturnya.

Syamsudin juga menyediakan puluhan ikan arwana mulai kecil hingga besar untuk dijual mulai dari harga Rp50 ribu – Rp10 juta rupiah. Jenisnya sendiri ada red, gold dan lainnya sebagainya.

Baca Juga :   Tak Ada Cuti Panjang Karyawan, hingga Kota Pasuruan Dapat Rp2,14 Miliar dari Pungutan Parkir | Koran Online 17 Feb

Pelanggan yang sering datang ke galeri ikan arwananya juga merasa senang. Selain bisa membeli ikan, ia juga bisa memberikan perawatan pada ikan yang ia beli.

“Tahu dari dulu ini sekarang saya beli red Rp1,5 juta,” kata Muhammad Nurul Huda saat berada di galery arwana milik Syamsudin.

Syamsudin sudah merambah pasar Jawa Timur dalam bidang penjualan dan jasa perawatan ikan arwana. Mulai dari Sidoarjo, Surabaya, Bangil, Mojokerto dan daerah lainnya. (don/may)