KKN di Kayu Kebek Saat PMK, Mahasiswa Yudharta Diminta Lakukan Ini

825

Tutur (WartaBromo.com) – 22 Mahasiswa Universitas Yudharta yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan diminta tidak keluar masuk ke desa – desa sekitar yang sedang terjangkit wabah penyakit kuku dan mulut pada sapi.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Kayu Kebek bernama Asiyan dalam sebuah forum grup diskusi (FGD) yang digelar di balai desa setempat menegaskan jika selama KKN, mahasiswa berkunjung ke desa sekitar dikhawatirkan penularan akan semakin cepat.

“Sebaiknya tidak berkunjung ke desa yang saat ini sebagian ternak terkena wabah PMK, ” kata Asyian sambil menyebut sejumlah desa yang dimaksud.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Subaka, Perwakilan dari peternak, ia berharap kehadiran mahasiswa KKN saat ini harus dalam kondisi steril karena Desa Kayu Kebek masih dinyatakan aman dari wabah PMK.

“Syukur-syukur peserta KKN bisa mengupayakan sosialisasi masalah wabah PMK yang sedang menjangkit di beberapa desa di kecamatan Tutur, ” harapnya.

Untuk diketahui, sebanyak 22 Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan sendiri akan melakukan KKN di Desa Kayu Kebek mulai 1 Juli sampai 31 Juli mendatang. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga.

Dosen pembimbing lapangan KKN, Muhammad Nurhadi mengatakan, sebelum dimulainya kegiatan KKN para mahasiswa mengelar FGD di balai desa, Rabu (29/6/2022) pagi untuk mengenal lebih dekat desa tersebut serta mendapatkan masukan dan saran dari pihak tokoh masyarakat maupun perangkat desa.

Dari hasil FGD, keberadaan mahasiswa diharapkan mampu memberikan saran dan masukannya pertama tentang pengelolaan limbah sampah agar tepat guna dan berdayaguna, mencari solusi atas persoalan penurunan kualitas dan produktivitas hasil panen apel dan semakin mahalnya biaya perawatan pertanian, serta membantu menviralkan kegiatan seni dan budaya yang menjadi aset desa kayu kebek.

“Termasuk juga persoalan yang sedang dihadapi UMKM olahan apel saat ini yakni tentang kesulitan pemasaran produk olahan pasca panen apel para UMKM, ” tambah Nurhadi. (*/yog)