Dinilai Merusak Ekosistem, Warga Tengger Tolak Event Trail di Laut Pasir Bromo

288

Sukapura (WartaBromo.com) – Gelaran Bromo Adventure Trail and Mountain Bike mendapat penolakan dari warga dan pegiat wisata Tengger. Mereka khawatir kegiatan tersebut bakal merusak ekosistem Laut Pasir yang merupakan wilayah konservasi Taman Nasional Bromo.

Selain itu, bagi warga setempat, laut pasir Bromo merupakan salah satu kawasan sakral bagi masyarakat Tengger. Di lokasi itu, terdapat Padmasari dan Pura Luhur Poten. Serta beberapa lokasi sakral lainnya.

Salah satu relawan Sahabat Gunung Bromo, Singgih menyebut, selain sebagai kawasan sakral untuk warga Tengger, laut pasir merupakan aset terpenting Bromo.

“Itu kawasan konservasi, ya tau sendiri kan trail bagaimana. Kalau tidak bisa lewat jalan yang disiapkan, pasti cari jalan sendiri. Point utamanya di situ,” katanya, Kamis (21/07/2022).

Baca Juga :   Cuaca Terang, Pengunjung Dipersilahkan Dekati Kawah Bromo

Selama ini, jangankan event trail skala besar, pengunjung dengan motor trailnya pun kerap melanggar aturan wilayah konservasi. Sebab antara Laut Pasir dan Bukit Teletubies, berdekatan. Warga, relawan dan petugas setempat, tak jarang menghalau pengunjung yang semaunya sendiri dengan trail itu.

Keberadaan event trail semacam itu, membuat warga dan relawan peduli lingkungan makin was-was. Sebab, tidak mungkin seluruh peserta akan dipantau satu persatu.

Kawasan Lautan Pasir Bromo merupakan kawasan konservasi. Ekosistemnya melekat pada UU nomor 5 tahun 1990.

Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaludin menyebut, alangkah bijaksananya apabila event tersebut dikaji untuk dampak kepada perubahan keutuhan kawasan.

“Apalagi Bromo dikenal sebagai wisata alamnya. Apabila akibat event yang tanpa terkontrol berdampak kepada alamnya, maka kami semua yang merugi. Mungkin event dan promosi wisata Bromo yang besar akan berdampak bagus secara ekonomi. Tapi bukan untuk semua yang mendulang rejeki di Bromo?,” katanya. (lai/saw/asd)

Baca Juga :   Usai Kasada, Relawan Kumpulkan 20 Ton Sampah