Urung 70 Tahun, Segini Masa Tunggu CJH di Probolinggo

569

Probolinggo (WartaBromo.com) – Masa tunggu haji di Kabupaten Probolinggo urung mencapai 70 tahun. Seiring kembalinya kuota haji Indonesia dan pencabutan batas umur.

Normalisasi kuota itu, seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19. Pada 2023, kuota CJH akan kembali normal seperti semula. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi mengantri hingga 70 tahun untuk berangkat haji.

“Jadi daftar tunggunya kembali lagi menjadi 35 tahun bagi masyarakat yang sudah daftar,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Moch Sugianto, Selasa (19/7/2022).

Antrian hingga 70 tahun, kata Sugianto, dapat terjadi pada tahun ini dan selanjutnya. Hal itu disebabkan adanya pengurangan kuota untuk Provinsi Jawa Timur. Pengurangan haji terjadi sejak Covid-19 melanda dunia.

Baca Juga :   Pemkot Pasuruan Realisasikan Mobdin Baru untuk Teno

Sejatinya di Jawa Timur ada sekitar 32 ribu CJH yang direncanakan berangkat. Namun, adanya peraturan dari pemerintah Arab Saudi untuk mengurangi CJH yang berangkat. Akhirnya CJH dari Jawa Timur yang diberangkatkan sekitar 15 ribu orang. Tak sampai 50 persen dari kuota sebelumnya.

“Kurang dari separuh yang berangkat atau sekitar 48 persennya, akhirnya daftar tunggunya semakin lama menjadi 2 kali lipat, dari sekitar 35 tahun menjadi 70 tahun. Dua tahun sebelumnya kan memang tidak ada haji,” terang ia.

Musim haji tahun depan, dipastikan tidak ada pembatasan usia. Berbeda dengan musim haji tahun ini, dimana usia CJH dibatasi sampai 65 tahun. Pemerintah Saudi Arabia menjadikan pandemi Covid-19 sebagai tameng utama.

Baca Juga :   Pipa PDAM Putus, Warga Gili Ketapang Andalkan Air Hujan

“Untuk tahun depan sudah tidak ada lagi batasan usia. Saya harap tidak menarik kembali dana hajinya. Karena kalau sampai daftar ulang, itu sama halnya dimulai dari nol lagi masa tunggunya,” tandas Sugianto. (cho/saw/may)