Merawat Lingkungan Berkelanjutan ; Catatan 18 Tahun Program Konservasi AQUA Keboncandi

516

Pasuruan (WartaBromo.com) – Genap 18 tahun, PT Tirta Investama mengembangkan program-program inovatif. Melalui CSR AQUA Keboncandi bekerjasama dengan kemitraan program Konservasi, menggalang partisipasi para pihak dalam mengembangkan program-program inovatif, terpadu dan berkelanjutan.

Hal-hal baru dalam model pengorganisasian komunitas konservasi selalu dikembangkan sebagai upaya dinamis dalam menyesuaikan kondisi dan situasi kekinian. Selain itu, program konservasi sendiri harus melibatkan multipihak dan multidimensi agar menjadi sebuah langkah sinergis dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara terpadu dan berkelanjutan.

Kepala Pabrik AQUA Keboncandi, M. Fahroni dalam sambutan pada acara Rembuk Konservasi Pentahelix Pasuruan Tahun 2022 menyampaikan, bahwa program konservasi ke depan harus bersifat kolaboratif dan melibatkan multistakeholder untuk mencapai tujuan yang tepat dan berkelanjutan.

Sambutan itu disampaikan Fahroni di di Mangrove Center Nguling – Pasuruan pada 19 Juli lalu. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Yayasan Sekola Konang Indonesia (YSKI).

“Kerjasama dengan media dan insan jurnalis se-Pasuruan merupakan kolaborasi strategis dalam ruang monitoring dan publikasi program-program kami, ” ujar Fahroni.

Fahroni menjelaskan, sampai saat ini AQUA Keboncandi tetap konsern membangun kemitraan konservasi yang bersifat Pentahelix guna mendukung program nasional Kelestarian Hutan untuk Kesejahteraan Masyarakat.

“Tentunya melalui strategi pemberdayaan masyarakat desa hutan sebagai salah satu pilar utama sustainability program coorporate social responsibilty (CSR) kami,”jelasnya.

Dalam catatan program CSR 18 tahun terakhir, menurut Fahroni, AQUA Keboncandi telah berpartisipasi melakukan konservasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

Di wilayah hulu misalnya, dikembangkan beberapa program yang bertujuan untuk meresapkan lebih banyak air ke dalam tanah. Di antaranya adalah membuat 545 sumur resapan, 21.500 rorak. Lalu, 3.840 biopori, dan telah menanam 398,930 pohon.

Pada tahun 2010 lalu, telah menanam sekurangnya 180.000 mangrove di desa Penunggul Kecamatan Nguling. Penanaman ini untuk penguatan program “Sabuk Ijo Pantai” Pasuruan.

Dan saat ini telah dirasakan manfaatnya dan memberi influence bagi para pihak untuk melakukan kontribusi yang sama.
Fahroni juga menyampaikan,salah satu tujuan program konservasi AQUA Keboncandi adalah menjaga kualitas dan kuantitas air dalam pendekatan bentang alam dari hulu, tengah dan hilir.

Dalam implementasinya, AQUA Keboncandi selalu berupaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal sebagai faktor sukses serta memberikan perhatian penting dalam pola kerjasama kemitraan konservasi yang berkelanjutan.

Bahkan, sebagai entitas bisnis, AQUA Keboncandi juga turut andil dalam sebuah komitmen bersama menjaga sumber daya air yang keberlanjutan. Hal ini untuk tujuan bersama masyarakat serta pemangku kepentingan dalam upaya menjaga kuantitas dan kualitas air di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso.

Termasuk menginisiasi berbagai penelitian hidrogeologi, strategi program konservasi, pengembangan Taman Kehati dan pembentukan forum pengguna air untuk memastikan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola DAS secara terpadu dan berkelanjutan.

Komitmen diatas sesuai dengan visi misi Danone AQUA. Yaitu One Planet One Health. Yang artinya, dimana kita hidup di satu bumi dan memiliki keterkaitan erat yang harus kita jaga kesehatan bumi dan manusia diatasnya. (day/*)