Waspada! Ini Penyakit yang Kerap Diderita Anak Pesantren, Rawan Menular

105

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tren menempuh pendidikan di pesantren kini makin meningkat. Sayangnya, masih sedikit pengelola pesantren yang memperdulikan kebersihan sehingga tak jarang para santri terserang beberapa penyakit.

Penyakit-penyakit tersebut pun rentan menular pada santri-santri lain. Meski tak tergolong mematikan, namun tetap saja mengganggu dan menghambat kelancaran belajar mengajar.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut penyakit yang sering diderita anak pesantren:

1. Gudik

Penyakit gatal dan timbul bentol-bentol merah di kulit ini disebabkan oleh kutu yang bernama sarcoptes scabie. Mengapa gudik bisa muncul? Penyebab utamanya yakni pola kebersihan diri yang buruk.

Misalnya, kasur yang jarang dibersihkan atau dijemur sehingga muncul kutu kasur. Bisa juga karena pakaian yang jarang dicuci dan dipakai secara bersamaan.

Baca Juga :   Awas! Ada Malware pada Informasi Virus Corona

2. Kutu Rambut

Sudah menjadi rahasia umum bila anak pesantren sering mengalami masalah kesehatan berupa munculnya kutu rambut. Ini terjadi akibat tak menjaga kebersihan rambut dan bisa juga tertular teman lainnya.

Biasanya jika satu orang berkutu, maka mudah sekali menyebar ke teman satu kobong. Kalau rambut sudah berkutu, siap-siap saja kulit kepala terasa sangat gatal dan panas.

3. Herpes

Ciri khas dari penyakit ini adalah rasa nyeri dan perih di kulit. Meskipun jarang yang menimbulkan gatal, tapi biasanya terjadi demam.

Herpes ini disebabkan oleh virus dan sangat menular di kalangan santri. Penularannya cukup cepat bila santri gemar bergantian menggunakan alat makan.

Baca Juga :   Hasil Tes Pertama Negatif, 4 Pasien PDP Tetap Jalani Isolasi di RSUD Bangil

4. Panu

Penyakit kulit satu ini pun kerap menyerang para santri di pesantren. Walau tak berbaya, namun panu bisa menyebabkan kepercayaan diri turun.

Panu biasanya menyerang karena pakaian yang dipakai jarang dicuci. Bisa pula karena proses pencuciannya tidak bersih dan tidak benar-benar kering. (trj)