Khofifah: Pembangunan Jembatan Gantung Gunakan BTT Pemprov

102
Khofifah : Pembangunan Jembatan Gantung Gunakan BTT Pemprov

Probolinggo (WartaBromo.com) – Ambruknya jembatan gantung saat dilewati siswa SMPN 1 Pajarakan mendapatkan atensi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pembangunan jembatan penghubung itu, bakal menggunakan belanja tak terduga (BTT).

Khofifah didampingi sejumlah pejabat saat mendatangi lokasi kejadian di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan pada Jumat (9/9/2022) petang. Ia melihat pentingnya kegunaan jembatan tersebut sebagai akses penghubung Kecamatan Kraksaan – Pajarakan. Pembangunan ulang jembatan tersebut, segera dilakukan.

“Saya minta untuk dilakukan exercise (pelaksanaan) untuk, satu, proses penyiapan jembatan gantung yang bisa menggantikan posisi hal ini, karena koneksitas masyarakat dari Pajarakan ke Kraksaan menjadi bagian penting. Insya Allah dimungkinkan dengan menggunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga, red) Pemprov,” katanya.

Baca Juga :   Bromo Ditutup untuk Wisatawan Saat Kasada

Ketua Muslimat NU itu, juga meminta Pemkab Probolinggo melakukan pendampingan psikologis kepada para korban. Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik korban. Faktor kesehatan mental siswa juga diperkuat, agar terlepas dari trauma.

“Saya minta agar anak-anak ini, betul-betul mendapatkan perhatian baik pada layanan kesehatannya maupun pada trauma healing,” ujar mantan menteri sosial itu.

Selepas dari lokasi jembatan, rombongan menuju ruang rawat inap RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Tempat sebagai siswa menjalani perawatan lebih lanjut. Disana Gubernur Jatim menghibur salah satu korban.

Perihal permintaan Gubernur Jatim, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono memastikan, pihaknya tidak lepas tangan. Bahkan, pihaknya memang sudah dari awal berkomitmen untuk menaggung penuh biaya perawatan para korban.

Baca Juga :   Dua Jembatan Penghubung Tiris-Krucil Ambruk

“Semua biaya free (bebas) ditanggung Pemda dan kami sudah sampaikan kepada rumah sakit, biaya (korban) ditanggung pemda,” ucap Sekdakab Probolinggo. (cho/saw/may)