Arab Saudi Bakal Buka Pantai Bikini hingga Izinkan Minuman Beralkohol

231

Pasuruan (WartaBromo.com) – Arab Saudi kini tengah berusaha menarik wisatawan asing dengan berbagai cara. Membuka pantai bikini bahkan mengizinkan minuman beralkohol di antaranya.

Kabar ini sontak jadi sorotan masyarakat dari berbagai penjuru. Pasalnya, Arab Saudi terkenal sebagai negara konservatif yang tak mau melanggar larangan agama.

Dilansir dari kompas.com, rencana Arab Saudi ini mulanya datang dari laporan Wall Street Journal (WSJ). Adapun aturan tersebut bakal berlaku di tempat khusus, yakni sebuah kota baru bernama Neom City.

Menanggapi kabar ini, Salman bin Abdulaziz al-Saud, Raja Arab Saudi buka suara. Ia menjelaskan upaya ini dilakukan agar Arab Saudi bisa turut berkompetisi dalam bidang pariwisata.

Baca Juga :   Keindahan Hotel di Labuan Bajo

“Kami ingin melalui kota NEOM, Arab Saudi menjadi kompetitif. Kami ingin kelak jadi kota yang terbaik dan mereka (para wisatawan atau ekspatriat) di dunia datang ke NEOM dan bisa melakukan segalanya,” terang Pangeran Salman dinukil Agence France-Presse (AFP).

Ia menambahkan, Kota Neom memang sengaja dibangun oleh otoritas Arab dengan tujuan dijadikan kota wisata. Sehingga, nantinya juga banyak didirikan tempat bisnis.

“Tentu saja bebas alkohol maupun kegiatan lainnya layaknya kota-kota bisnis di dunia lainnya,” pungkasnya.

Pantai di Arab Saudi. Foto: CNBC

Kendati demikian, ternyata perwakilan Neom belum memberi konfirmasi terbaru soal ini. Meski banyak yang membantah kabar ini, Asisten Menteri Pariwisata Putri Haifa binti Mohammed al-Saud mengatakan Neom akan tetap tunduk pada undang-undang Arab.

Baca Juga :   Ini Tempat Wisata Lumajang Wajib Dikunjungi!

“Jawaban singkatnya adalah kami akan melanjutkan undang-undang kami saat ini dan tunduk pada kedaulatan Arab Saudi tetapi memiliki undang-undang ekonomi khusus,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Neom adalah Kawasan kota baru di Arab Saudi yang merentang berhadapan melintasi tiga negara di Semenanjung Arab, yakni Mesir, Yordania dan Arab. Kota ini berada di depan tepat laut merah dan dekat dengan Terusan Suez.

Biaya yang digelontorkan untuk membangun kota ini pun tak main-main, diprediksi mencapai 500 milyar dolar AS. Kota ini seluas 26.500 km persegi. (trj/ono)