Saat Wawali Kota Pasuruan Main Teater, Sampaikan Pesan Keberagaman

223
Sumber foto: prokopim kota pasuruan

Pasuruan (WartaBromo.com) – Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, ikut tampil pada festival keberagaman yang digelar Bappelitbangda Kota Pasuruan.

Festival yang bertajuk “Youth Nation Art Fest: Plural, Toleran, dan Harmoni” itu digelar di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, pada Jumat (23/09/2022).

Adi turut menjadi aktor dalam teater yang ditampilkan Pergerakan Pasuruan Inspiratif. Ia didapuk berperan sebagai tokoh umat Islam dan bergandengan bersama tokoh agama dan kepercayaan lainnya.

Pertunjukan memperoleh klimaksnya saat lagu Indonesia Pusaka dinyanyikan dan diiringi pembacaan puisi di atas panggung. Semua penonton berdiri dan ikut menyanyikan bait-bait Indonesia Pusaka.

Tak hanya Pergerakan Pasuruan Inspiratif, Sanggar Seni Cuci Otak Rahmat Alam juga turut menampilkan pertunjukan teater berjudul “Megat Ruh” karya Wahyu Setiadi.

Baca Juga :   Sempat Saingi Daging, Harga Cabai Rawit Kini Berkisar Rp60 Ribu/Kg

Megat Ruh menampilkan pertunjukan sejumlah laki-laki telanjang yang hanya mengenakan semacam cawet jarik seolah ingin menunjukkan manusia secara utuh tanpa “berbaju” agama.

Tim kreatif festival, Dedi Setiawan mengungkapkan, ini merupakan festival keberagaman pertama kali yang pernah digelar di Kota Pasuruan.

“Kami berharap acara ini bisa dilanjutkan dan dijadikan agenda tahunan,” ujar Dedi.

Sementara itu, Adi Wibowo menambahkan, pihaknya mengapresiasi acara tersebut. Festival semacam ini menjadi ajang meningkatkan silaturahmi antar umat beragama.

Ia menyebut Kota Pasuruan adalah kota yang toleran terhadal berbagai perbedaan. Keberagaman, menurut Adi, menjadi kekuatan dalam membangun negeri.

“Acara semacam ini sungguh luar biasa. Ini menunjukkan Kota Pasuruan mampu menjadi pioner bagi penegakan toleransi kehidupan berbangsa dan beragama,” ujar Adi.

Baca Juga :   Savana Bromo Rusak, hingga Tarif Whatsapp yang Tak Lagi Gratis | Koran Online 14 Jan

Selain menampilkan dua pertunjukan teater, festival keberagaman juga menampilkan pertunjukan kesenian dari Pemuda Gereja Kristen Jawi Wetan, Orang Muda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Hindu, Pemuda Konghucu, hingga Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa. (tof/**)