Sebelum Berangkat, Guru yang Jadi Korban Kecelakaan di Tol Semarang Sempat Kirim Surat ke Sekolah

2061
Keluarga korban kecelakaan di Tol Semarang saat menerima bantuan Ambulans gratis di SMP 8 Kota Pasuruan, Sabtu (24/9/2022).

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sedikitnya lima orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang dialami rombongan Wisata asal Kota Pasuruan di tol Solo-Semarang. Satu di antaranya merupakan guru aktif di SMP 8 Kota Pasuruan.

Mudayani, kepala Sekolah SMP 8 Kota Pasuruan mengatakan, rombongan yang terlibat kecelakaan di Tol Semarang didominasi pensiunan guru di SMP 8. Namun, satu di antaranya merupakan guru aktif di lembaganya.

“Iya 5 orang meninggal dunia, satu guru yang masih aktif di SMP 8 dan lainnya adalah mantan guru dan sopir,” kata Mudayani saat ditemui di Sekolahnya, Sabtu (24/9/2022).

Menurutnya, rombongan yang terlibat kecelakaan tersebut bukan dari acara sekolah, melainkan kegiatan pensiunan para guru tersebut.

Baca Juga :   Kecelakaan di Dringu, Mahasiswa UPM Probolinggo Tewas

“Bukan acara sekolah, itu kegiatan pensiunan guru,” ujarnya.

Mudayani menjelaskan, jika Evi Kristina salah satu guru BK yang masih aktif di SMP 8 Kota Pasuruan tersebut sempat membuat surat izin untuk mengikuti kegiatan para pensiunan di wilayah Semarang.

“Satu guru aktif sempat memberikan surat izin,” ucapnya.

Berikut identitas para korban, Arifah dan Tutik Wahyuni, seorang pensiunan guru di SMP 8, Santoso adalah suami dari Djazuk Indra Supartini yang juga pensiunan, Evi Kristina, seorang guru BK yang masih aktif, dan Muhammad Iqbal Lazuardi sopir elf.

Diketahui, Kecelakaan terjadi di tol KM 436 Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/9/2022). Akibatnya, 5 orang rombongan asal Pasuruan dilaporkan meninggal dunia. (don/asd)