Suporter Sepak Bola Asal Rejoso yang Tewas Masih Berstatus Pelajar

796
Kepala Desa Karangpandan, A. Yunus. Foto: Amal Taufik.

Rejoso (WartaBromo.com) – Dua warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, jadi korban tragedi di Stadion Kanjuruhan. Salah satu dari mereka masih berstatus pelajar.

Ia adalah Muhammad Nizamudin (15) warga Desa Karangpandan, Kecamatan Rejoso.

Kepala Desa Karangpandan, Ahmad Yunus mengungkapkan, pada Minggu (02/10/2022) ia memperoleh kabar ada satu warganya yang menjadi korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Kami langsung bergerak ke Malang. Di sana kami lihat, memang benar warga Karangpandan,” kata Yunus.

Jenazah Muhammad Nizamudin selanjutnya langsung dibawa pulang ke rumah duka. Saat proses pemakaman, sejumlah petugas kepolisian juga ikut menggotong jenazah Muhammad Nizamudin.

Yunus menambahkan, Muhammad Nizamudin saat ini berstatus sebagai pelajar sekolah menengah kejuruan.

Baca Juga :   Bupati Turut Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Ini Daftar Korban Asal Pasuruan

“Dia pelajar di salah satu SMK di Kota Pasuruan,” imbuh Yunus.

Sementara itu, Camat Rejoso, Nur Hadi mengonfirmasi, ada dua warganya yang menjadi korban kisruh di Stadion Kanjuruhan. Mereka adalah Muhammad Nizamudin dan Hadi Nata warga Desa Segoropuro.

Selain keduanya, ada lima orang lagi suporter sepak bola asal Kabupaten Pasuruan yang menjadi korban tragedi Stadion Kanjuruhan. Mereka berasal dari Kecamatan Beji, Purwodadi, Purwosari, dan Tutur.

Seperti diketahui, laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (01/10/2022) berakhir menjadi tragedi. Kisruh di dalam stadion menyebabkan ratusan suporter dan dua anggota polisi tewas. (tof/asd)