Tim Jibom-Labfor Polda Jatim Sisir Lokasi Ledakan di Gondangwetan

62
Garis polisi yang dipasang di sekitar area a\Ledakan. Foto: Amal Taufik.

Gondangwetan (WartaBromo.com) – Tim penjinak (jibom) Gegana Brimob dan Bidang Laboratorium Forensik (labfor) Polda Jatim mendatangi lokasi ledakan di Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Dua mobil Gegana dan satu mobil Labfor Polda Jatim tiba di Desa Bajangan pada Selasa (18/10/2022) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Pantauan WartaBromo, sejumlah petugas langsung turun ke lokasi. Mereka tampak menyisir, mengidentifikasi puing-puing bekas ledakan.

Beberapa petugas tampak mengambil foto-foto. Sebagian lagi ada yang mengambil puing-puing bekas ledakan lalu memasukkannya ke dalam plastik.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari mengatakan, ledakan yang terjadi di Desa Bajangan diduga berasal dari bom ikan atau bondet.

Baca Juga :   Pelaku Ledakan di Gondangwetan Sehari Bisa Bikin Ribuan Bahan Peledak

Jauhari menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun ada satu korban yang mengalami luka bakar cukup parah.

“Satu orang mengalami luka bakar,” kata Jauhari.

Korban tersebut bernama Tutik (51) yang tak lain adalah istri Hasim (65) si pemilik rumah yang meledak. Saat ini Tutik masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Jauhari belum belum bisa memastikan bagaimana bom ikan bisa berada di dalam rumah tersebut. Pihaknya masih menunggu proses dari jibom dan labfor.

“Proses selanjutnya, setelah sterilisasi jibom, kita lakukan lidik dan sidik,” imbuh Jauhari.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan yang diduga berasal dari bondet menggegerkan warga Dusun Bajangan Kulon, Desa Bajangan pada Senin (17/10/2022) pukul 18.15 WIB kemarin.

Baca Juga :   Sempat Dikira dari SPBU, Material Ledakan Terlempar hingga 70 Meter

Warga setempat mengaku, aktivitas Hasim sehari-hari sebagai petani, sementara Tutik bekerja sebagai penjahit. Mereka kaget ketika tiba-tiba rumah Hasim meledak semalam.

“Setahu saya, aktivitasnya ya bertani. Istrinya menjahit,” kata Aminah, tetangga Hasim. (tof/asd)