Kisah Pilu : Anak SD di Gondangwetan Berpulang, Awalnya Kejang – Kejang

505

Gondangwetan (WartaBromo.com) – Tiga anak di Kabupaten Pasuruan dinyatakan meninggal dunia karena divonis gagal ginjal akut. Dari tiga anak itu, satu diantara adalah siswa sekolah dasar.

Fissilmi Kaffah (11) adalah bocah Salah SD asal Dusun Jajar Lor, Desa Gondangwetan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Sebelum dinyatakan meninggal karena gagal ginjal, bocah kelas 5 SD itu sempat dirawat akibat menderita infeksi otak.

Hasan Basri (39), ayah korban menceritakan jika anaknya mendadak kejang-kejang pada Senin tanggal 22 Agustus 2022 lalu. Kemudian, ia membawa anaknya ke Puskesmas Ranggeh.

Namun, pihak puskesmas langsung merujuknya untuk dirawat ke RSUD Dr Soedarsono, Kota Pasuruan. Setelah dilakukan CT Scan, bocah tersebut sempat dicurigai pihak rumah sakit mengalami infeksi otak.

Baca Juga :   Istri Bupati Pasuruan Blusukan ke Ponpes Bagi - bagi Alat Makan

“Di sana bilang khawatir ada kelainan otak, lalu di CT Scan,” kata Basri, saat ditemui dirumahnya, Senin (24/10/2022) sore.

Setelah 3 hari menjalani perawatan di RSUD Dr Soedarsono, kondisi kesehatan Fissilmi tak kunjung membaik. Ia tetap tak sadarkan diri, suhu badannya pun terus memanas.

Pihak RSUD Dr Soedarsono, Kota Pasuruan kemudian merujuknya ke RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan. Fissilmi kembali menjalani CT Scan, namun kata dokter tidak ditemukan gangguan di otaknya.

“Di bangil pas di CT Scan, ngomongnya tidak ada salah di otaknya,” ujarnya.

Berselang 5 hari, pihak dokter mengeluarkan vonis baru bahwa Fissilmi dinyatakan menderita gagal ginjal. Karena RSUD Bangil tidak memiliki alat cuci darah atau hemodialisa khusus anak, anak itu kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga :   Jaga Kesehatannya, Gus Mujib Suka 'Treadmill'

“Pas hari kelima itu, RS Bangil bilang kalau anak saya kena gagal ginjal, 3 hari setelahnya dipindah ke Surabaya,” jelasnya.

Namun setelah melakukan cuci darah dan kembali di CT Scan, pihak dokter menyatakan jika Fissilmi mengalami kelainan infeksi otak.

“Setelah dicuci darah kok gak sadar-sadar, akhirnya di ct scan lagi di Surabaya, hasilnya ada infeksi otak,” terang Ayah Fissilmi.

Selama 10 hari dirawat RSUD Dr Soetomo dan terus menjalani cuci darah, kondisinya semakin memburuk hingga dinyatakan meninggal duni pada Sabtu tanggal 10 September 2022.

“Pasa 10 september anak saya meninggal, sekitar jam 11 siang dan Rabu kemarin baru 40 harinya,” ujarnya. (don/yog)