HR Harus Paham! Ini Cara Mengelola Remunerasi yang Benar

85
Cara Mengelola Remunerasi yang Benar
Businessman sending a resignation letter to employer boss in order to resign dismiss contract, changing and resigning from work concept.

Selain gaji, karyawan juga memiliki kesempatan untuk menerima imbalan lain atas kerja kerasnya selama ini saat bekerja. Imbalan itu disebut dengan remunerasi.

Secara umum, remunerasi adalah imbalan yang diterima karyawan sebagai apresiasi dari perusahaan atas pekerjaannya. Misalnya, karyawan mencapai target dan melakukan pekerjaan yang memuaskan selama beberapa tahun kerja.

Remunerasi di perusahaan harus dikelola dengan benar agar dapat tersampaikan kepada karyawan dengan baik. Berikut ini adalah ulasan mengenai cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengelolanya.

Tujuan Remunerasi

Sebelum mengetahui cara mengelola remunerasi, kenali dulu mengapa perusahaan perlu memberikan imbalan kepada karyawan. Ternyata, ada beberapa tujuan perusahaan dalam memberikan remunerasi kepada karyawan, yaitu:

1. Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan

Kesejahteraan karyawan yang menerima imbalan selain gaji akan meningkat. Karyawan bisa menggunakan imbalan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Meningkatkan Motivasi Karyawan

Imbalan adalah salah satu hal yang bisa meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dengan remunerasi, karyawan akan merasa dihargai sehingga termotivasi untuk bekerja lebih baik.

Baca Juga :   Pengusaha di Pasuruan Wajib Beri THR H-7 Lebaran, Ini Ketentuannya

3. Meningkatkan Kualitas Karyawan

Pada akhirnya, remunerasi bisa meningkatkan kualitas karyawan. Ini karena karyawan yang termotivasi akan berusaha untuk berkontribusi kepada perusahaan dengan terus meningkatkan kualitas dirinya.

Cara Mengelola Remunerasi di Perusahaan

Supaya kebijakan remunerasi dapat diterapkan dengan baik di perusahaan, berikut ini adalah cara pengelolaan yang bisa dilakukan:

1. Menentukan Sistem Remunerasi

Setiap perusahaan memiliki sistem tersendiri dalam memberikan remunerasi. Ada perusahaan yang memberikan imbalan berdasarkan hasil kinerja karyawan. Jika karyawan berkontribusi terhadap perusahaan, karyawan akan menerima imbalan.

Lalu, ada pula yang menggunakan performa perusahaan sebagai dasar remunerasi. Artinya jika pendapatan perusahaan meningkat, maka karyawan juga akan menerima imbalan.

Sementara itu, perusahaan dengan tingkat golongan karyawan seperti ASN atau karyawan BUMN menentukan remunerasi berdasarkan golongan. Semakin tinggi golongan karyawan, maka semakin tinggi pula kemungkinan remunerasi dari perusahaan.

Baca Juga :   Buntut Pemberhentian Karyawan Gegara Status WA, 130 Karyawan Kena PHK

2. Menentukan Bentuk Remunerasi

Setelah dasar penentuan remunerasi ditentukan, perusahaan juga perlu menentukan bentuk remunerasi yang akan diberikan kepada karyawan.

Secara garis besar, bentuk remunerasi yang ada adalah kompensasi, bonus, dan kenaikan gaji.

3. Melakukan Penilaian Kinerja

Pada umumnya perusahaan memberikan remunerasi berdasarkan hasil kinerja karyawan. Maka dari itu, penilaian kinerja perlu dilakukan secara periodik untuk menentukan karyawan mana yang berhak menerima imbalan.

4. Menentukan Nominal Remunerasi

Tak lupa, perusahaan juga perlu menentukan besaran imbalan yang akan diterima karyawan. Misalnya, karyawan akan mendapat bonus dua kali gaji apabila mencetak prestasi di tempat kerja atau karyawan akan mendapat kenaikan gaji sebesar 10% jika naik golongan.

5. Membayar Remunerasi

Terakhir, perusahaan perlu membayar remunerasi. Biasanya, pembayaran ini dilakukan bersamaan dengan payroll bulanan.

Pemrosesan gaji karyawan yang disertai dengan remunerasi bukanlah tugas yang mudah. Ini karena pemrosesan payroll melibatkan banyak komponen seperti gaji, golongan karyawan, jabatan, lama bekerja, catatan kehadiran, dan pajak. Jumlah yang dibayar pun akan berubah apabila karyawan melakukan lembur dan menerima remunerasi.

Baca Juga :   Pabrik Rokok Apache PHK Ratusan Karyawan

Oleh karena itu, pengelolaan payroll tidak bisa dilakukan secara manual. Jika memaksakan penggajian manual, perusahaan akan kesulitan dalam mengakses data dan memproses payroll dengan cepat dan akurat.

Itulah mengapa perusahaan bisa menggunakan payroll software Indonesia LinovHR. Software Payroll LinovHR adalah teknologi yang bisa menyimpan data penggajian karyawan dengan akurat dan aman karena disimpan dalam cloud. Selain itu, software ini juga bisa menghitung dan memproses penggajian karyawan dengan cepat.

Dengan begini, perusahaan bisa memangkas waktu dan tenaga dalam penggajian karyawan. Alhasil, remunerasi pun bisa diterima karyawan dengan lancar.

Jika tertarik melibatkan LinovHR dalam proses remunerasi di perusahaan, segera kunjungi website LinovHR. Lalu, jadwalkan demo untuk mengenal lebih lanjut tentang aplikasinya. (**)