Didampingi Sampoerna, Tiga Pelaku UMKM Ini Alami Peningkatan Omzet

81
JAMPI SAYA: Tri Wulandari, pelaku UMKM "Jampi Saya" binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

Jakarta (WartaBromo.com) – Komitmen pendampingan terhadap para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) telah mampu membuat para pelaku usaha meningkatkan omzet.

Sampoerna, melalui payung program Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan akses pasar.

Detri, seorang ibu pemilik usaha kue kering yang didampingi Sampoerna, misalnya berhasil meningkatkan omzet setelah memperbaiki kemasan dan memanfaatkan media sosial.

Dia menuturkan, sebelum mendapatkan pelatihan dari Sampoerna, dirinya tidak pernah memikirkan kemasan produk (packaging).

Fokusnya ialah membuat kue kering dan memasarkan sebanyak-banyaknya. Namun, berkat pelatihan, dirinya mulai lebih memperhatikan kemasan yang baik sehingga lebih tepercaya yang pada akhirnya meningkatkan omzet.

“Packaging saya dulu polos banget, biasa aja. Saya hanya pikir jualan. Setelah ikut webinar dan pelatihan, saya mengganti packaging dan itu bisa naikin omzet,” katanya.

Baca Juga :   Pemkot Arahkan Pengurusan Bantuan UMKM ke Kelurahan

Sebagai informasi, dalam rangka peringatan Hari UMKM Nasional pada 12 Agustus 2022, Sampoerna meluncurkan rangkaian webinar pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas UMKM bertajuk “UMKM Untuk Indonesia: Usaha Maju Kian Makmur”.

Serial webinar yang digelar selama 1 bulan penuh itu menghadirkan sejumlah narasumber dari pelaku UMKM yang sudah sukses, pemerintah, ahli keuangan, branding, dan lainnya, hingga akademisi. Webinar itu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan skill pelaku UMKM agar bisa naik kelas termasuk memanfaatkan saluran digital.

Detri melanjutkan, selain pembenahan pada sisi kemasan yang menarik, dirinya juga membenahi media sosial, khususnya Instagram, untuk memasarkan produk. Pembenahan itu membuat follower-nya meningkat sehingga produknya bisa menjangkau lebih banyak orang.

Baca Juga :   Pemerintah Siapkan Pinjaman Tanpa Jaminan untuk UMKM
D3’KICEN: Detri Anne, pelaku UMKM D3’Kicen binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

“Saya bahagia banget usaha bisa lebih maju. Sekarang saya kirim produk ke kantor kini lebih pede (percaya diri). Terima kasih Sampoerna,” katanya.

Hal senada disampaikan Wulan, pemilik usaha Jampi Saya, yang memasarkan produk jamu tradisional dengan kemasan modern. Wulan mengaku menerima pelatihan dari Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Menurutnya, pelatihan dari SETC membantunya untuk memanfaatkan banyak saluran digital.

“Sebelumnya saya tidak tahu apa-apa. Melalui pelatihan, saya mulai mengerti optimalisasi digital marketing, kemasan ramah lingkungan, dan kami dapat Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sangat membantu untuk akses permodalan perbankan,” jelasnya.

Adapun, SETC adalah salah satu program pemberdayaan UMKM oleh Sampoerna yang telah menjangkau lebih dari 60.000 peserta pelatihan dari seluruh Indonesia.
Wulan mengatakan, pelatihan dan webinar yang diberikan oleh Sampoerna sangat bermanfaat bagi UMKM untuk menghadapi tantangan perubahan perilaku konsumen. Dia berharap pelatihan seperti SETC dapat terus berlanjut.

Baca Juga :   Temukan Potensi Tersembunyi Desa, Mahasiswa ITS Lakukan Pelatihan Pembuatan Abon Bandeng Melalui Program PHP2D
My KRIPIC: Tandres Sianturi, pelaku UMKM My Kripic binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

“Ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM seperti kami. Semoga kegiatan pelatihan dapat berlanjut sebagai bekal untuk menghadapi persaingan. Terima kasih banyak SETC, terima kasih Sampoerna,” katanya.

Setali tiga uang disampaikan Tandres Sianturi, CEO dan pemilik usaha My Kripick dari Karawang, Jawa Barat yang juga mendapatkan pelatihan di SETC.

Sampoerna, katanya, membantu My Kripick mendapatkan sejumlah sertifikat gratis untuk merek dan NIB. Berkat pelatihan, produk My Kripick bisa masuk ke toko ritel di Karawang dan Bandung.

“Kami juga memanfaatkan optimalisasi digital seperti lewat Tik Tok hingga afiliasi untuk membantu pasarkan produk kami,” imbuhnya. (day/*)