Mengapa Harus ‘Bangkit Bersuara’?

167

SEPERTI yang sudah -sudah, kami selalu membuka ruang dialog, diskusi untuk menentukan tema perayaan ulang tahun WartaBromo. Itu karena ulang tahun, bukan sekedar seremonial.

Lebih dari itu. Ulang tahun adalah momentum. Momentum untuk terus tumbuh dan berkembang. Yang lebih penting lagi, momentum untuk menegaskan kembali akan komitmen pada kebenaran, kepada publik.

Ada beberapa usulan diksi yang menjadi objek bahan diskusi. Sampai pada akhirnya, kami memutuskan untuk menjadikan ‘Bangkit Bersuara’ sebagai tema besar ulang tahun kami yang ke-11.

Tentu, ada banyak alasan mengapa dua diksi yang kemudian kami pilih. Pertama, tema itu lebih bernyawa dan mencerminkan semangat. Semangat untuk maju. Semangat untuk berbuat lebih baik lagi.

Kami menyadari, hari ini, dunia dihadapkan pada serba ketidakjelasan. Ancaman resesi terus membayangi di tengah upaya dunia untuk kembali bangkit setelah dihajar Pandemi.

Pun demikian dengan geopolitik. Perang Ukraina yang tak kunjung mencapai titik temu terus memberi dampak di berbagai sektor. Semuanya nyaris tak berkesudahan. Imbasnya, komunitas negara-negara berkembang harus menanggung dampak yang lebih besar.

Di sektor lingkungan, kondisinya tak lebih baik. Ketidakseriusan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon telah memicu dampak perubahan iklim di banyak tempat.

Situasi itu diperparah dengan sikap pemerintah daerah yang juga kurang cakap dalam merespons dampak krisis iklim ini. Cuaca tak menentu, banjir dimana-mana adalah contoh paling nyata betapa dampak perubahan iklim begitu nyata.

Kita sepakat bahwa sekarang ini bumi sedang sakit. Alih fungsi lahan, pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan alam, hingga membuang sampah sembarangan menjadikan bumi yang kita tinggali sedang tidak baik-baik saja..

Berangkat dari hal inilah, Bangkit Bersuara kami pilih sebagai tema ulang tahun WartaBromo kali ini. Kami menginginkan, tema itu sekaligus sebagai batu pijakan untuk kembali bangkit membangun komitmen kebaikan.

Kami meyakini, di luar sana, ada orang-orang baik yang punya banyak waktu dan komitmen untuk terus menebarkan kebaikan. Jadi, mari untuk terus berbuat baik. Karena kita semua menyadari bahwa siapapun kita, tak kan bisa hidup tanpa lingkungan yang baik. (*)