Ramadan, Harga Bumbu Dapur di Kota Pasuruan Melambung

145

Pasuruan (WartaBromo.com) – Harga sejumlah kebutuhan pokok di bulan ramadhan ini masih tinggi. Akibatnya, sejumlah pedagang di Kota Pasuruan mengeluhkan omsetnya terus menurun.

Pantauan di Pasar Gadingrejo, Kota Pasuruan, para pedagang sayur menyebutkan jika harga cabai rawit dan cabai merah belum mengalami penurunan sejak sebelum bulan puasa tiba. Harga cabai rawit yang biasanya Rp45 ribu, kini masih berada di harga Rp85 ribu perkilonya.

Seperti yang dikatakan Ahmad Rofiq, untuk cabai merah besar juga masih berada di Rp40 ribu, dengan harga sebelumnya hanya Rp25 ribu perkilogramnya. Selain itu, Tomat juga naik, biasanya hanya Rp7 ribu sekarang naik menjadi Rp10 ribu per kilo. Alhasil, sejumlah pedagang mengeluhkan omset nya merosot saat bulan puasa.

Baca Juga :   Resep Kue Kacang Khas Lebaran Simple Tanpa Oven

“Omset nya otomatis turun, biasanya puasa ini sudah turun harga, sekarang masih belum,” kata Rofiq, Sabtu (25/3/2023).

Tingginya harga sejumlah komoditas sayur mayur ini membuat omsetnya juga mengalami penurunan. Ia berharap pemerintah segera melakukan operasi Pasar untuk segera menstabilkan harga di bulan puasa ini.

“Semoga segera turun, puasa soalnya mas,” tutur Rofiq.

Selain sayur, harga sejumlah bahan pokok seperti telur ayam, daging ayam, dan beras juga masih banyak dikeluhkan oleh pembeli. Untuk daging ayam biasanya hanya Rp32 ribu, sekarang masih berada di Rp35 ribu perkilogramnya. Beras medium juga masih banyak dijual dengan harga Rp12 ribu -Rp13 ribu perkilogramnya tergantung merek. Untuk harga telur ayam ecer saat ini berada di Rp32ribu perkilogram.

Baca Juga :   Berenang di Siang Hari Dapat Membatalkan Puasa, Benarkah?

“Saya beli itu sempat di Rp32 ribu telur ayam, kan masih mahal saat bulan puasa ini,” ujar Hilmi Mubarok.

Sementara itu, Riski Pramita, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan menyebutkan, jika harga kebutuhan pokok masih belum stabil, pihaknya akan segera melakukan operasi pasar dalam waktu dekat.

“Kalau masih tinggi, mungkin akan ada operasi pasar murah,” kata Rizki saat dihubungi media ini.

Menurutnya, kenaikan sejumlah kebutuhan pokok ini disebabkan oleh cuaca buruk dan adanya erupsi di gunung merapi beberapa waktu yang lalu. Namun, jika untuk telur ayam dan daging ayam, kenaikan harga tersebut masih dinilai stabil karena para peternak maupun perusahaan menyebut jika harga pakan juga ikut naik.

Baca Juga :   Perbuatan Sepele yang Bisa Mengurangi Pahala Puasa

Meski banyak kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan saat bulan Ramadhan ini, pihaknya mengatakan jika seluruh stok tersebut masih aman.

“Kalau stok masih aman semuanya,” katanya. (don/yog)