Kronologi Pembunuhan Marsinah yang Mengenaskan

3139

Pasuruan (WartaBromo.com) – Marsinah adalah seorang pekerja perempuan yang menjadi korban pembunuhan brutal di Indonesia pada tahun 1993.

Cerita tentang kronologi kematiannya pun ditulis dalam sejarah. Meski begitu, tak banyak yang tahu bagaimana kronologi lengkapnya.

Dilansir dari kompas.com, berikut kronologi jelasnya:

Pada awal 1993, pemerintah mengeluarkan instruksi kepada pengusaha di Jawa Timur agar meningkatkan gaji karyawan sebesar 20 persen. Namun, sebagian besar pengusaha, termasuk PT CPS tempat Marsinah bekerja, tidak segera mengikuti instruksi tersebut.

Hal ini memicu protes dan unjuk rasa oleh para buruh yang menuntut kenaikan upah. Pada tanggal 2 Mei 1993, Marsinah ikut serta dalam rapat perencanaan unjuk rasa di Tanggulangin, Sidoarjo.

Baca Juga :   Buku Aidit Disita Polisi, Komunitas Vespa Literasi Lanjutkan Aktivitas

Pada tanggal 3 Mei 1993, para buruh menghentikan teman-teman mereka untuk bekerja dan memulai aksi mogok. Namun, Komando Rayon Militer (Koramil) setempat segera campur tangan untuk menghentikan aksi para buruh di PT CPS.

Keesokan harinya, para buruh melanjutkan mogok total dan mengajukan 12 tuntutan kepada PT CPS. Salah satu tuntutan utama adalah kenaikan gaji pokok dari Rp 1.700 per hari menjadi Rp 2.250 per hari.

Selain itu, mereka juga meminta tunjangan harian sebesar Rp 550 yang tetap dapat diterima saat buruh absen.

Marsinah adalah salah satu dari 15 perwakilan buruh yang terlibat dalam negosiasi dengan perusahaan. Dia terus terlibat dalam perundingan-perundingan tersebut hingga tanggal 5 Mei 1993.

Baca Juga :   Riwayat Hidup Marsinah, Aktivis Buruh Indonesia yang Tak Lekang dari Sejarah

Pada siang hari tanggal tersebut, 13 buruh yang dituduh menghasut rekannya untuk berunjuk rasa, ditahan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo.

Mereka kemudian dipaksa mengundurkan diri dari PT CPS dengan tuduhan mengadakan rapat gelap dan menghalangi karyawan lain bekerja.

Pada saat itu, dikabarkan bahwa Marsinah mendatangi Kodim Sidoarjo untuk mencari tahu keberadaan 13 rekannya yang ditahan.

Namun, sekitar pukul 10 malam tanggal 5 Mei 1993, Marsinah menghilang. Keberadaannya tidak diketahui lagi hingga jasadnya ditemukan dalam keadaan yang mengerikan di Nganjuk pada tanggal 9 Mei 1993.

Berdasarkan hasil autopsi, diketahui bahwa Marsinah telah meninggal pada tanggal 8 Mei 1993, satu hari sebelum jenazahnya ditemukan.

Baca Juga :   Mayday di Pasuruan, Polisi Kerahkan 550 Personilnya

Penyebab kematian Marsinah adalah kekerasan fisik yang parah. Selain itu, dia juga menjadi korban pemerkosaan. (trj)