Tak Cuma Gedung Harmonie, Ini Tempat Bersejarah di Kota Pasuruan yang Lain

599

Pasuruan (WartaBromo.com) – Setiap daerah pasti punya icon sejarah yang jadi identitas, tak terkecuali Pasuruan. Ada beberapa tempat bersejarah di Kota Pasuruan yang bahkan sampai saat ini masih digunakan.

Pemerintah pun berupaya mengupgrade beberapa tempat bersejarah di Kota Pasuruan agar tak nampak usang. Tentu saja tanpa menghilangkan unsur vintage dan keorisinilan ikonik dari tempat tersebut.

Nah, penasaran tempat mana sajakah itu? Berikut dilansir dari berbagai sumber:

1. Gedung P3GI

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) adalah lembaga penelitian yang berlokasi di Indonesia yang fokus pada penelitian perkebunan gula.

Pusat penelitian ini terletak di Pasuruan karena sejarahnya yang pernah menjadi pusat industri gula di wilayah Nusantara.

Baca Juga :   Pemkab Pastikan Tunda Pembangunan Kantor Baru Senilai Rp 44 Miliar

P3GI memiliki bangunan yang memiliki desain yang sangat menarik. Salah satu fitur bangunan yang paling unik adalah atap segitiga dan Gedung H. Ketika memasuki P3GI, pengunjung dapat melihat peralatan pabrik gula zaman Belanda yang masih dipertahankan.

Di depan gedung P3GI terdapat pula icon kepala kereta penghantar tebu yang digunakan pada jaman Belanda. Lokasi gedung ini berada di Jl. Pahlawan No.25, Pekuncen, Kec. Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

2. Hotel Daroessalam

Tempat bersejarah di Kota Pasuruan berikutnya adalah Hotel Daroessalam. Sampai saat ini hotel tersebut masih beroperasi di Jl. Soekarno Hatta No.41-43, Trajeng, Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Hotel Daroessalam memiliki arsitektur yang menggabungkan gaya Indische dan Tionghoa, dengan pilar-pilar tinggi dan struktur atap pelana. K

Baca Juga :   Bus Kuning Terguling di Raci, 3 Luka-Luka

eunikan tersebut semakin menambah daya tarik klasik Hotel Daroessalam, yang juga diperkuat oleh perabotan antik yang ada di dalamnya. Menurut informasi yang terdapat di daroessalamhotel.com, Hotel Daroessalam menawarkan 31 kamar dengan harga mulai dari 400 ribuan.

3. Rumah Singa

Jika kedua tempat bersejarah di atas masih terawat dengan baik, mungkin sedikit berbeda dengan Rumah Singa di Kota Pasuruan ini. Pasalnya, gedung dari rumah Singa bila terlihat dari luar masih seperti bangunan lama yang jarang dijamah.

Meski begitu, pesona sejarah Rumah Singa tak bisa dielakkan. Rumah ini merupakan bangunan elit kolonial milik keluarga Tionghoa bermarga Han dan Kwek.

Pemilik Rumah Singa adalah seorang pengusaha yang sangat dihormati sejak zaman kolonial Belanda karena memiliki aset pabrik gula di Pasuruan.

Baca Juga :   Gus Ipul-Adi Wibowo Siap Tantang Petahana di Pilwali hingga Ritual Adat Sambut Pembukaan Bromo | Koran Online 29 Ags

Bangunan ini dikenal sebagai Rumah Singa atau Omah Singo karena adanya patung singa yang terletak di depan paviliun. Patung singa tersebut memiliki kesamaan dengan ornamen-ornamen yang ditemukan di Yunani dan Eropa.

Rumah Singa berlokasi di Jalan Hasanudin No.13, Karanganyar, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. (trj)