Lahar Dingin Semeru Putuskan Sejumlah Jembatan Penghubung

643

Candipuro (WartaBromo.com) – Hujan yang melanda kawasan selatan Kabupaten Lumajang, masih menimbulkan sejumlah dampak susulan setelah longsor.

Teranyar, sejumlah fasilitas di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru putus. Di antaranya, jembatan gantung Kali Regoyo dan jembatan penghubung antara Kabupaten Malang dan Lumajang.

Informasi yang dihimpun, terjangan lahar dingin di aliran Kali Regoyo terjadi sekitar pukul 14.00. “Kalau tadi terakhir tercatat 40 sampai ‘over-skala’, untuk getaran banjir lahar dingin yang terekam,” ujar Sugiono, Anggota TRC BPBD di Pos Curah Kobokan, Jumat (07/07/2023) sore.

Aliran Kali Regoyo terbagi menjadi 3 aliran DAS. Meliputi DAS Mujur, Glidik dan Regoyo di bagian tengah.

Pasca hujan deras yang melanda, aliran sungai terpantau sudah kembali ke bentuk sungai aslinya. Artinya, material endapan vulkanik sisa erupsi yang membuat dangkal aliran sungai, sudah luruh tergerus.

“Bentuk aliran sungainya sudah kelihatan lagi. Dengan kedalaman antara 3 sampai 5 meter, tergantung daerahnya,” sebut lelaki yang akrab disapa Pak Gik ini.

Terjangan lahar dingin itu, menyebabkan banyak kerusakan jembatan penghubung. Data yang diterima WartaBromo, kerusakan di antaranya terjadi di Jembatan Gantung Kaliregoyo, jembatan Desa Kloposawit – Candipuro dan jembatan penghubung Malang – Lumajang.

“Pusing Mas, banyak jembatan penghubung rusak, kami tidak bisa lewat,” ujar salah satu warga Candipuro, Rifqi.

Video amatir detik-detik lahar dingin menerjang sejumlah jembatan pun viral di media sosial dan pesan berantai whatsapp.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa, atas terjangan lahar dingin di aliran sungai berhulu di Gunung Semeru ini. (lai/may/asd)