Sering Disebut Saat HUT RI, Sebenarnya dari Mana Kata “Merdeka” Berasal?

125

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tanggal 17 Agustus diperangati sebagai HUT RI. Di momen ini ada satu kata yang identik diucapkan masyarakat Indonesia, yakni merdeka.

Bolo Warmo pun pasti tak asing lagi dengan penyebutkan “merdeka” saat HUT RI. Namun, apakah Bolo tahu dari mana sebenernya kata “Merdeka” dan apa makna yang terkandung di dalamnya?.

Dilansir dari detik.com, ternyata kata “Merdeka” berasal dari bahasa Sansakerta, yakni “Maharddhikeka”. Adapun artinya adalah kaya, sejahtera, dan kuat.

Sedangkan dalam KBBUI, merdeka memiliki arti berdiri sendiri, bebas, lepas dari tuntutan, tidak terikat dan tidak bergantung pada pihak tertentu.

Menurut Aa Nurdiaman dalam karyanya “Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara,” prinsip kemerdekaan juga berlaku bagi setiap individu di dalamnya.

Baca Juga :   Berkah Kemerdekaan, 6 Napi Rutan Kraksaan Bebas

Tiap warga negara Indonesia memegang hak asasi yang tak dapat diintervensi dan semuanya memiliki kedudukan yang setara.

Klimaks perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih tujuan ini terjadi saat Proklamasi Kemerdekaan yang diumumkan oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945.

Momentum kemerdekaan memiliki makna yang khusus bagi bangsa Indonesia. Setelah begitu lama, Indonesia akhirnya terlepas dari cengkeraman penjajahan asing.

Namun, kemerdekaan di sini tak hanya mengacu pada pembebasan dari penjajahan, tetapi juga mencakup kebebasan individu. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak asasi yang tak boleh diusik oleh siapa pun.

Seluruh warga negara juga mendapat perlakuan yang setara. Dalam kata lain, arti merdeka bagi bangsa Indonesia yaitu mendapatkan kebebasan.

Baca Juga :   Peringatan Hari Kemerdekaan di Kampung Juri : Tak Hanya Ibunya, Balita pun Ikut Upacara Bendera

Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Juga bebas menentukan nasib sendiri, artinya Indonesia merupakan bangsa yang berdaulat, bangsa yang harus memiliki tanggung jawab sendiri dalam hidup berbangsa dan bernegara. (trj)