P-APBD Kota Pasuruan 2023, PAD Diproyeksikan Meningkat 23 Persen

560

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pasuruan diproyeksikan meningkat. Hingga tutup tahun 2023, PAD diproyeksikan meningkat 23 persen.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam rapat paripurna I dengan agenda Pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD (P-APBD) Kota Pasuruan Tahun 2023.

Gus Ipul mengatakan, dalam P-APBD 2023, pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp911.203.469.434 direvisi menjadi Rp969.044.909.937 atau naik sebesar 6 persen.

Komponen pendapatan daerah yang diproyeksikan naik cukup besar di antaranya adalah pendapatan asli daerah (PAD). PAD Kota Pasuruan dari yang semula ditargetkan sebesar Rp163.503.811.064 diproyeksikan naik menjadi Rp200.970.897.534 atau sebesar 23 persen.

Kemudian komponen pendapat lain-lain PAD yang sah dari yang semula direncanakan sebesar Rp91.149.931.919 direvisi menjadi Rp128.265.818.467 atau naik sebesar 41 persen.

“Retribusi daerah dari target sebesar Rp15.444.519.900 direvisi menjadi Rp15.606.594.900 atau naik sebesar 1 persen,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menambahkan, di sisi belanja daerah, juga terdapat sejumlah perubahan. Beberapa pos belanja direvisi menjadi berkurang dari yang telah direncanakan.

Belanja pegawai dari yang direncanakan sebesar Rp416.744.456.079 direvisi menjadi Rp402.548.160.261 atau berkurang sebesar Rp14 miliar. Belanja bantuan sosial dari yang direncanakan sebesar Rp23.737.100.000 direvisi menjadi Rp20.13.790.000 atau berkurang Rp3 miliar.

Di sisi lain beberapa pos belanja lainnya direvisi menjadi bertambah dari yang direncanakan. Misalnya, belanja barang dan jasa dari yang direncanakan sebesar Rp441.653.387.230 direvisi menjadi Rp454.291.259.699 atau naik sebesar Rp12.637.872.469.

Kemudian, belanja modal gedung dan bangunan dari yang direncanakan sebesar Rp68.760.532.647 direvisi menjadi Rp71.578.015.499 atau bertambah sebesar Rp2.817.482.852.

Belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi juga bertambah dari yang direncanakan sebesar Rp41.004.345.918 direvisi menjadi Rp41.070.670.518 atau bertambah sebesar Rp66.324.600.

Adi melanjutkan, dalam P-APBD 2023 ini, SILPA tahun anggaran 2022 realisasinya tidak sesuai yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan audit oleh BPKP Jawa Timur, SILPA tahun anggaran 2022 yang semula diproyeksikan Rp200 miliar, terealisasi sebesar Rp171 miliar.

Kondisi ini, menurut Adi, menyebabkan berkurangnya sumber pembiayaan daerah untuk kebutuhan pembayaran belanja daerah.

“Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkot Pasuruan mengambil langkah yaitu berupaya menaikkan target pendapatan daerah dan melakukan rasionalisasi atau penangguhan beberapa program, kegiatan, dan sub kegiatan,” ujar Adi. (tof/asd)