Bendera Ganjar Pranowo di Bromo Diturunkan Petugas, BB TNBTS : Kawasan Konservasi Bebas Kampanye!

2733

Sukapura (WartaBromo.com) – Petugas menurunkan atribut kampanye Ganjar Pranowo, salah satu capres, di warung pada kawasan Lautan Pasir Bromo. Area tersebut, merupakan wilayah konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Pemilik warung, Dani mengaku tak mengetahui siapa yang memasang bendera itu di warungnya. Ia menyebut jika dirinya baru tahu pada pagi hari, jika di warungnya telah berdiri tiang bambu dengan bendera putih bergambar Ganjar Pranowo, salah satu capres.

“Ya, saya takut pak mau menurunkan, tidak tahu juga siapa yang pasang di tiang itu,” kata Dani, Minggu (31/12/2023).

Adanya alat peraga kampanye (APK) itu, lantas dilaporkan ke kantor BB TNBTS. Petugas BB TNBTS bersama anggota Koramil dan Polsek Sukapura, lantas mendatangi lokasi. Menurunkan bendera yang dipasang di area terlarang.

Baca Juga :   Korban Erupsi Semeru Ngungsi ke Probolinggo

“Jadi kami dapat kabar dari pemilik warung di kawasan pasir berbisik. Ketika itu si pemilik takut, mau menurunkan sendiri, sehingga kami bersama jajaran Koramil dan Polsek Sukapura, bergerak menurunkan,” kata Kepala Seksi I Resort Laut Pasir Bromo, Arie.

Ia menyebut jika kawasan konservasi statusnya sama dengan kantor pemerintahan, yang memang tidak boleh ada APK.

“Status kawasan konservasi itu kan milik pemerintah, sama halnya dengan kantor pemerintahan, tempat ibadah dan sarana pendidikan, yang tidak boleh ada alat peraga kampanye,” katanya.

Penurunan itu, juga bertujuan untuk menerapkan asas netralitas ASN. Sebab kawasan BB TNBTS, merupakan kawasan konservasi milik negara. Maka tidak dibenarkan adanya alat peraga kampanye di tempat tersebut.

Baca Juga :   PKB : Pemkab Probolinggo Tak Perlu Malu Miskin

“Jangankan alat peraga kampanye, kami sebagai ASN, TNI dan Polri pun juga diatur gaya saat foto bersama. Agar tetap konsisten dengan asas netralitas ASN dan aparatur negara,” tandas Arie.

Sejauh ini, kawasan wisata Bromo memang sedang ramai pengunjung. Terhadap wisatawan yang datang, petugas juga menghimbau untuk tidak mengotori kawasan Bromo dengan atribut partai manapun.

Termasuk aksi vandalisme yang menempelkan stiker komunitas ke papan peringatan atau bangunan di kawasan Bromo. (lai/saw)