Manisnya Cuan dari Budidaya Kepiting Apartemen Jelang Imlek 2024

122

Kedopok (WartaBromo.com) – Menjelang Hari Raya Imlek, bisnis dengan omzet menggiurkan mulai bermunculan. Salah satunya terjadi di jalan Bengawan Solo, Kota Probolinggo, di mana warga setempat, Rachmad Sudaryanto, memulai usaha budidaya kepiting apartemen.

Rachmad, beserta dua anaknya, mengubah ruko di Jalan Bengawan Solo menjadi tempat budidaya kepiting. Menggunakan puluhan jerigen plastik bekas, mereka menciptakan apartemen khusus untuk kepiting.

Bisnis ini berawal dari kegemaran Rachmad akan masakan kepiting. “Dari pengalaman itu saya kepikiran untuk memelihara kepiting dalam sebuah apartemen khusus untuk kepiting,” ungkap pria berusia 48 tahun itu, Minggu (28/01/2024).

Berbeda dari budidaya kepiting konvensional di tambak atau pesisir pantai, Rachmad memilih ruangan tertutup. “Ya kalau diluar kan kepanasan, kehujanan, sementara dilakukan di dalam ruangan juga bisa,” jelasnya.

Baca Juga :   Rekonstruksi Candi Jabung Melalui Ecobricks

Letak Probolinggo yang memiliki kawasan pantai dan hutan bakau sebagai habitat kepiting, menjadi dasar ide Rachmad. Meskipun menggunakan ruko, mereka menciptakan ekosistem buatan. Langkahnya dimulai dari pembuatan gemericik air hingga pengolahan air payau.

Putri Rachmad yang bernama Imelda, bersama adiknya, merawat kepiting setiap hari dengan pola perawatan teratur. Termasuk membersihkan area apartemen dan memberi makan daging ikan.

“Perawatannya cukup mudah, memberi makan setiap jam makannya, lalu membersihkan kotoran, membersihkan sisa makanannya,” kata Imelda.

Menjelang Tahun Baru Imlek, pesanan untuk kepiting apartemen meningkat drastis. Baik dari perorangan maupun rumah makan sari laut. Harga jualnya pun melonjak menjadi Rp 400-500 ribu per kilogram, naik dari 200 ribu sebelumnya.

Baca Juga :   Truk Muat Bata Tabrak Truk Gandeng hingga PLN UP3 Pasuruan Luncurkan Program Light Up the DreamĀ  | Koran Online 29 Okt

Rachmad mendapatkan benih kepiting dari nelayan di pantai Tongas, Probolinggo. Setelah 5 bulan perawatan, kepiting apartemen siap dipanen dan dipasarkan.

“Kepiting ini banyak peminatnya, tapi pembudidaya masih sedikit. Disitulah kami ada untuk memasok permintaan pasar yang begitu tinggi,” ungkap Imelda. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.