Kampanye Akbar di Pasuruan, Partai Buruh Janji Sejahterakan Para Pekerja

111

Gempol (WartaBromo.com) – Partai Buruh melakukan kampanye akbar terakhir di Lapangan Karangrejo, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (9/2/2024). Dalam kegiatan itu, Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal berjanji akan terus berjuang untuk sejahterakan para buruh.

Pantauan wartabromo.com, sekitar 5000 simpatisan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kampanye akbar tersebut mulai dari buruh pabrik, petani, nelayan hingga guru honorer. Mereka nampak antusias mendengarkan orasi politik langsung dari ketua Umum partai buruh dan sejumlah tim kampanye lain.

Said Iqbal, Ketua Umum Partai Buruh mengatakan, Partai Buruh optimistis menjadi partai yang lolos di Senayan nantinya. Dengan elektabilitas 4,778 persen.

“Partai Buruh be keyakinan akan lolos ke Sebanyak dengan elektabilitas 4,778 persen. Dengan demikian, di kampanye terakhir Partai Buruh menginstruksikan kepada seluruh kader Indonesia termasuk Jawa Timur menjaga suara-suara Partai Buruh di TPS,” ujar Said, Sabtu (10/2/2024).

Said juga menjelaskan, bahwa kehadiran Partai Buruh menjadi alat perjuangan bagi seluruh rakyat, yang selama ini selalu mendapatkan ketidakadilan, dari perlakuan semena-mena yang dilakukan oleh Pemerintah maupun Pengusaha.

“Tujuan Partai Buruh dihidupkan kembali adalah membangun welfare state atau negara sejahtera oleh Kelas Pekerja atau Working Class. Yakni Buruh, Petani, Nelayan, Rakyat Miskin Kota, Rakyat Miskin Desa, Tenaga Honorer, Buruh Migran, PRT, Disabilitas, Pekerja Informal, Ibu Jamu Gendong, Tukang Becak, Sopir Angkot, Pedagang Pasar Tradisional, Para Pensiunan serta Anak-anak Muda dan Gen-Z yang orang tuanya adalah Kelas Pekerja. Kembali lah ke rumah sendiri, yakni Partai Buruh,” jelasnya.

Jika lolos, Said juga berjanji memperjuangkan apa yang menjadi tujuannya, yakni Mewujudkan Negara Sejahtera. Tentunya lewat 13 Platform Perjuangan, yang selalu digaungkan.

Adapun 13 platform Partai Buruh guna mewujudkan negara sejahtera adalah:

1. Kedaulatan rakyat.

2. Lapangan kerja.

3. Pemberantasan korupsi.

4. Jaminan sosial yang meliputi Jaminan Kesehatan, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pengangguran, Jaminan Pendidikan, Jaminan Perumahan, Jaminan Air Bersih, hingga Jaminan Makanan untuk Rakyat

5. Kedaulatan pangan dan reforma agraria.

6. Upah layak.

7. Pajak yang berkeadilan untuk kesejahteraan rakyat.

8. Hubungan industrial antara lain Tolak Outsourcing, Tolak Karyawan Kontrak Berkepanjangan, Pesangon yang Layak, Jam Kerja yang Manusiawi, Perlindungan Buruh Perempuan, Kerja Layak, Tolak Pemagangan, dan Tolak PHK yang dipermudah

9. Lingkungan hidup, HAM, dan masyarakat adat.

10. Perlindungan perempuan, anak-anak, PRT, buruh migran, miskin kota, dan buruh informal.

11. Pemberdayaan disabilitas.

12. Perlindungan dan pengangkatan status PNS untuk seluruh tenaga pendidik honorer dan tenaga honorer, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik swasta dalam bentuk gaji minimal upah minimum perbulan.

13. Memperkuat koperasi dan BUMN bersama swasta sebagai pilar utama perekonomian. (don/yog)