Harga Pasaran Mahal, Warga Serbu Beras Murah Pemkot Probolinggo

88

Kanigaran (WartaBromo.com) – Ratusan warga Kota Probolinggo membanjiri Taman Maramis sejak pagi untuk memperoleh beras murah.

Dalam hitungan menit, 8 ton beras habis terjual, menandai keinginan masyarakat akan harga pangan murah.

Dengan harga 51 ribu rupiah untuk 5 kilogram, warga menganggap penawaran ini sebagai kesempatan langka.

Lebih murah dari harga beras di pasaran yang mencapai harga 75 hingga 82 ribu rupiah untuk 5 kilogram beras.

Dewi Sari, salah satu warga, mengungkapkan kegembiraannya atas harga yang jauh di bawah pasaran.

Meskipun harus rela antri sejak pagi hari, kebanyakan warga bersedia untuk mendapatkan kesempatan membeli beras murah ini.

“Murah lho mas, kalau di luar tidak boleh. Dari setengah tujuh tadi saya antri, berdesakan demi mendapat beras murah ini,” tutur Dewi, Selasa (20/02/2024).

Baca Juga :   Kementerian Kesehatan Tinjau Lahan Rumah Sakit Baru di Kota Probolinggo

Kegembiraan ini mestinya diimbangi stabilitas harga beras di pasaran, terutama menjelang bulan Ramadhan. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar harga pangan terjangkau.

Wawan Soegyantono, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Probolinggo, menyampaikan bahwa 8 ton beras habis dalam waktu singkat karena animo masyarakat yang tinggi. Masyarakat menunggu gelaran operasi pasar tersebut, dibuka.

Pembelian beras dibatasi agar dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Satu orang hanya diizinkan membeli 1 kantong atau 5 kilogram beras Bulog.

“Kami harus membatasi pembelian beras agar merata dan bisa dinikmati lebih banyak orang,” kata Wawan Soegyantono.

Pemerintah setempat juga menghimbau agar beras murah yang dibeli tidak dijual kembali, demi menjaga stabilitas harga di pasaran.

Baca Juga :   Satu Pejabat Pemkot Probolinggo Belum Lapor LHKPN

Meskipun demikian, stok beras untuk Kota Probolinggo dipastikan aman menjelang Bulan Ramadhan.

Antusiasme warga dalam mendapatkan beras murah ini menjadi cerminan pentingnya langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan bagi masyarakat. (lai/saw)