Panen Raya Padi Kabupaten Probolinggo: Langkah Strategis Kendalikan Inflasi

96

Krejengan (WartaBromo.com) – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menggelar panen raya padi di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan pada Rabu (13/3/2024). Panen itu diharapkan sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi tahun 2024.

Panen raya padi di lahan sawah Dusun Jeje’eh Desa Seboro ini, menunjukkan komitmen Pemkab Probolinggo dalam meningkatkan produksi pangan lokal. Guna mencukupi kebutuhan dan menstabilkan harga pangan, khususnya beras.

Panen raya padi ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mewakili Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yahyadi, perwakilan Forkopimda, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Menurut Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Mahbub Zunaidi, Kecamatan Krejengan merupakan salah satu sentra padi yang kontribusinya signifikan dalam produksi padi Kabupaten Probolinggo. Kecamatan lainnya adalah Pajarakan, Paiton, Kraksaan, Besuk, Gading, Krejengan, Tongas, Sumberasih dan Gending.

Baca Juga :   Pondok Genggong Putuskan Lockdown Sebulan

Pada periode Nopember 2023 sampai dengan Februari 2024, luas tanam padi di Kabupaten Probolinggo mencapai 30.062 hektar dengan luas panen 9.373 hektar. Produktivitasnya kurang lebih 6 ton/hektar.

“Luas tanam padi pada masa tanam 1 adalah 30.062 hektar dengan luas panen 3.431 hektar dan jumlah produksi 177.041,27 kuintal,” ungkap Mahbub seusai panen.

Mahbub menerangkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo berdasarkan hitungan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), sekitar 98 kilogram per kapita per tahun.

Jadi untuk setahun, masyarakat Kabupaten Probolinggo membutuhkan sekitar 120.000 ton beras. Jumlah itu didapat dari 1,2 juta jiwa penduduk dikalikan 1 kwintal atau 100 kilogram per kapita per tahun. Sehingga masih surplus,” terangnya.

Baca Juga :   Pabrik Kayu di Kareng Lor Hangus Terbakar

Dengan produktivitas sekitar 6 ton/hektar, upaya intensifikasi dan inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Termasuk pembangunan jaringan untuk peningkatan Indeks Pertanaman (IP) melalui sumur bor dan perbaikan saluran irigasi.

“Sarana produksi ditingkatkan melalui pemakaian bibit unggul, pupuk alternatif, agen hayati, dan program mekanisasi untuk mengurangi kehilangan hasil menggunakan combine harvester,” jelas Mahbub.

Selain itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo, menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana pertanian serta pelatihan teknik pertanian modern merupakan wujud nyata dalam meningkatkan produksi padi.

“Tidak lupa memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petani atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mengelola lahan pertanian, serta menjaga tanaman padi dengan penuh ketelatenan,” tambahnya.

Baca Juga :   Anak ini Nguli, Gantikan Ayah yang Ditahan Gara-gara Temukan HP

Sebelum panen raya, Pemkab Probolinggo menyerahkan bantuan bibit pohon pisang dan sembako secara simbolis kepada warga Desa Seboro oleh Asisten Administrasi Umum Tutug Edi Utomo.

Langkah-langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Probolinggo untuk menciptakan kemitraan yang kuat antara petani, pemerintah, dan para stakeholder terkait lainnya. Guna mencapai sinergi optimal dalam meningkatkan produksi padi dan menjaga ketersediaan pangan.

Inisiatif panen raya padi ini menjadi langkah penting dalam menekan kenaikan inflasi. Memastikan ketersediaan pangan yang cukup, yang merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. (*/saw)