Belasan Warga Probolinggo Diduga Jadi Korban Penipuan Calo Umroh

161

Probolinggo (WartaBromo.com) – Belasan warga Probolinggo, diduga menjadi korban penipuan oknum calo umroh. Beberapa korban, mengaku sudah membayar belasan juta rupiah.

Sedikitnya ada 13 orang, beramai-ramai mendatangi SPKT Polres Probolinggo Kota, Sabtu (6/4/2024). Para korban ini, berasal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Kedatangannya, berniat mempolisikan oknum berinisial J-J (44) warga jalan Letjen Suprapto, Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Modusnya, pelaku ini menawari belasan orang tersebut, paket umroh dengan harga murah. Jauh lebih murah dari harga normal. J-J menyebut, dirinya di bawah naungan PT Cahaya Mekkah Madinah.

Salah satu korban dugaan penipuan itu, adalah Umi Evi (60). Lansia asal Perum Satelit II, Leces itu, mengaku tergiur lantaran iming-iming pelaku begitu manis.

Baca Juga :   Arab Saudi Setop Umroh, Jamaah Asal Probolinggo Ini Gagal Berangkat

Untuk perjalanan ibadah umroh, biaya yang ditawarkan pelaku hanya Rp 35.9 juta saja. “Harusnya berangkat 15 Maret lalu, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan berangkat,” kata Evi, di Polres Probolinggo Kota.

Pada calon korbannya, pelaku menyebut jika ada kendala, perihal keberangkatan umroh tersebut. Antara lain, adanya perang di Sri Lanka, sampai pesawat latih yang sedang meluncurkan roket.

Gerah dengan bualan pelaku, para korban akhirnya sepakat membawa masalah ini ke meja hijau. Hal itu semakin menguat ketika korban menghubungi langsung perusahaan yang disebut pelaku.

Agen umroh PT Cahaya Mekkah Madinah yang menerima keluhan korban, membenarkan. Jika pelaku J-J merupakan pekerja lepas (freelance) untuk mereka.

Baca Juga :   Polres Probolinggo Kota Kembalikan 21 Kendaraan Hasil Kriminalitas

“Dari keterangan agen, ternyata uang yang sudah diberikan pada pelaku ini tidak disetorkan ke kantor dimana dia bekerja,” jelas vivi.

Mencium gelagat buruk itu, para korban langsung merapatkan barisan. Membuat laporan polisi, atas dugaan penipuan berkedok umroh.

Modus pelaku, termasuk lihai. Sejauh ini, para korban sudah diberi perlengkapan. Mulai dari koper jamaah, vaksin dan aksesoris umroh lainnya.

Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah mengatakan, pihaknya sudah menerima soal dugaan penipuan itu.

Namun laporan tersebut masih berstatus konsultasi. Karena salah satu korban tersebut masih mau berunding dengan pihak keluarganya.

“Tapi laporan tersebut kita terima, dan kita masih mau melakukan penyelidikan, dan pengumpulan data sebagai barang bukti pelaku yang diberikan terhadap korban,” tandas pria asal Sampang Madura ini. (lai/saw)