Elektabilitas Kiai Muda Genggong Capai 61 Persen Jelang Pilkada Probolinggo

212

Probolinggo (WartaBromo.com) – Sejumlah tokoh bermunculan menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Probolinggo. Dalam sebuah survei, elektabilitas kiai muda mencapai 61 persen.

Dalam persiapan Pilkada Probolinggo, survei LSI Denny JA merilis hasil menarik, menempatkan nama pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, dr Mohammad Haris (Gus Haris), sebagai kandidat calon bupati dengan elektabilitas tertinggi.

LSI menjaring nama-nama kandidat bakal calon bupati Probolinggo dalam surveinya. Antara lain, Abdul Malik Haramain (ketua PKB), Habib Mahdi (ketua PPP), Faisol Reza (anggota DPR PKB), Habib Hadi Zainal Abidin (eks Wali Kota Probolinggo).

Selain itu, muncul nama Hamid Wahid (Ra Hamid/Pengasuh PP Nurul Jadid Paiton), Mohammad Haris (Gus Haris/Pengasuh PP Zainul Hasan Genggong), Ugas Irwanto (Pj bupati Probolinggo).

Baca Juga :   Suket Laporan Keuangan Tak Jamin Eks Kades Lolos Verifikasi Pilkades

Kemudian Zainal Arifin (ketua Garda Bangsa PKB), Oka Mahendra (ketua Golkar), Zulmi Noor Hasani dan Dini Rahmania (putra dan putri eks bupati Probolinggo Hasan Aminudin)

Survei berlangsung 25 Maret hingga 4 April 2024, dengan metodologi multistage random sampling. Survei melibatkan 440 individu sebagai responden dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Hasilnya menunjukkan bahwa Gus Haris mendominasi dengan selisih elektabilitas di atas 40%-45% dari kandidat bacabup lainnya.

Simulasi LSI Denny JA menunjukkan bahwa dalam berbagai skenario, elektabilitas Gus Haris tetap mendominasi, bahkan mencapai 61,8% dalam simulasi head to head.

Misalnya dalam simulasi 4 kandidat paslon, nama Gus Haris elektabilitasnya mencapai 50,8%. Di tempat kedua Abdul Malik Haramain 13,4%, Habib Mahdi 12,3%, Oka Mahendra 4,1%.

Begitu juga saat disimulasikan 4 kandidat dengan nama lainnya, elektabilitas Mohammad Haris masih tetap lebih tinggi hingga mencapai 53,6%.

Baca Juga :   Pemkab Probolinggo Kaji Penundaan Pencairan Dana Desa

Dalam simulasi tiga kandidat paslon, lagi-lagi nama Gus Haris menempati urutan pertama dengan elektabilitas hingga 55,5%. Disusul urutan kedua ada nama Faisol Reza 16,4%, dan Ugas Irwanto 5,0%. Begitu juga saat disimulasikan dengan kandidat paslon lain, nama Gus Haris juga menempati urutan pertama.

Kemudian yang menarik, jika disimulasikan dua kandidat paslon, elektabilitas Gus Haris mendominasi dibandingkan dengan semua kandidat paslon. Elektabilitasnya mencapai 55,9% hingga 61,8%. Dengan selisih dengan paslon lainnya antara 45%-50

“Tingginya elektabilitas ini dipengaruhi oleh keinginan masyarakat Probolinggo untuk memiliki pemimpin dengan latar belakang keagamaan yang kuat, jujur, dan mampu membawa perubahan signifikan bagi daerah tersebut,” sebut peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa.

Baca Juga :   Setiyono Akui Sudah Terima Fee dari 7 Rekanan di 2018

Kepala Wilayah LSI Denny JA Jatim Bali, Imam Fauzi Surahmat, mengatakan masyarakat Probolinggo memiliki harapan besar pada pemimpin baru yang bersih dari kasus korupsi. “Mengingat trauma dengan kasus korupsi yang melibatkan bupati sebelumnya,” ujarnya.

Dengan kenaikan elektabilitas yang signifikan, pilkada Probolinggo 2024 nampaknya akan menjadi pertarungan yang sangat kompetitif. Dengan Gus Haris mendominasi sebagai kandidat yang sulit untuk dikejar oleh pesaingnya.

Diketahui, Kabupaten Probolinggo mendapat goncangan kasus korupsi setelah Bupati Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminudin (eks Bupati Probolinggo), terkena OTT KPK terkait kasus jual beli jabatan dan korupsi lainnya. Keduanya sedang menjalani hukuman dan menghadapi kasus terbarunya di KPK, yakni kasus TPPU. (saw)