Ekonomi Sulit, Pencuri Burung Murai Batu Sebut Aksinya untuk Nafkahi Keluarga

225

Kraksaan (WartaBromo.com) – Sholeh Pebriansyah (28), warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengakui sebagai pencuri burung Murai Batu.

Dalam pengakuannya, ia menyebut bahwa tekanan ekonomi yang dialaminya membuatnya terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Soleh, yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual es teh, mengungkapkan bahwa penghasilannya tidak mencukupi untuk menghidupi istri dan keempat anaknya.

Dalam upaya mencari tambahan penghasilan, dia memutuskan untuk mencuri burung-burung peliharaan. Dengan tujuan untuk menjualnya demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Hasil penjualannya akan saya belikan kebutuhan anak-anak dan istri sehari-hari. Saya terpaksa melakukan tindakan tersebut untuk memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi,” ungkap pria yang berdomisili di Kelurahan Kraksaan Wetan itu.

Baca Juga :   Tradisi Unan-unan: Perayaan Lima Tahunan Suku Tengger untuk "Memperpanjang" Bulan

Aksinya terungkap setelah ia mencuri dua ekor burung peliharaan dengan nilai jutaan rupiah di dua lokasi berbeda. Yakni di rumah Khoirul Anwar (35) warga Desa Patokan dan di rumah Alex Syarifuddin (39) warga Perum WPS Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

Di lokasi terakhir, ia beraksi pada Sabtu (19/4) pukul 05.00 WIB. Tanpa dia sadari, pencurian yang dia lakukan terekam kamera CCTV di lokasi kejadian. Dia tak berkutik ketika polisi mendapatkan sejumlah bukti dan meringkusnya

Kepala Unit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setyowadi, menyatakan bahwa penangkapan pelaku berdasarkan bukti yang ditemukan.

Termasuk rekaman CCTV dan kesesuaian pakaian yang dipakai pelaku saat melakukan aksi kejahatannya. Memudahkan polisi dalam penangkapannya.

Baca Juga :   Rambu Exit Tol Paspro Tertulis Nama Desa, Pemudik Kecele

“Pelaku mengaku mencuri sejumlah burung dengan harga cukup mahal di beberapa lokasi. Dari dua korban yang melaporkan, burung yang dicuri oleh pelaku ini memiliki harga estimasi sebesar Rp5 juta per ekor,” jelas Setyowadi. (aly/saw)