P3GI Pasuruan Dikukuhkan UNESCO Sebagai Memory of The World Asia Pasifik

48

Pasuruan (WartaBromo.com) – Warisan dokumenter Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dikukuhkan UNESCO sebagai bagian dari The Memory of The World Regional Committee for Asia and The Pacific (MOWCAP).

Arsip yang disimpan P3GI merupakan dokumen-dokumen yang disusun antara 1887 hingga 1986, hampir 100 tahun. Arsip tersebut menyimpan catatan kerja sama internasional, kemajuan teknologi dalam industri gula, dan temuan baru dalam penelitian gula.

Tak hanya itu, arsip P3GI juga telah diakui signifikansinya karena menyimpan kesaksian penting mengenai evolusi industri komoditas. Bahkan keberadaannya memegang posisi penting di dunia.

Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono mengungkapkan, sebagai khazanah arsip, P3GI akan menjadi akses terbuka bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat umum. Hal ini akan memungkinkan penyebaran pengetahuan yang lebih luas tentang sejarah dan perkembangan gula, khususnya di Jawa Timur.

Baca Juga :   Melihat Ijtihad Kota 'Pusaka' Pasuruan

“Alhamdulillah, usaha dan kerja keras P3GI dan ti Disperpusip Jawa Timur dalam mengarsipkan dan mendokumentasikan sejarah perkebunan gula di Jawa Timur mendapat pengakuan internasional. Membanggakan,” ujar Adhy dalam keterangan persnya.

Dengan ini, kata Adhy, pihaknya berharap ke depan akan kolaborasi lintas batas di bidang pendidikan dan penelitian. Ia mengajak masyarakat dan komunitas internasional dalam upaya pelestarian dan promosi warisan dokumenter.

Kepala P3GI, Aris Lukito mengungkapkan, di masanya dulu, lembaga riset yang berdiri sejak zaman kolonial ini pernah menorehkan catatan penting bagi dunia dalam melahirkan varietas tebu POJ 2878 yang disebut sebagai “wonder cane”. Variestas itu dikenal karena mampu mengatasi penyakit sereh yang mendunia kala itu.

Baca Juga :   2 Ribu TNI-Polri Amankan Kunjungan Jusuf Kalla Ke P3GI

“P3GI siap menyongsong wisata edukasi heritage untuk memberikan pengetahuan sejarah maupun teknologi tentang dunia gula, sehingga khazanah yang ada dapat memberikan manfaat,” ujar Aris Lukito.

Sementara itu Kepala Disperpusip Jawa Timur, Tiat S. Suwardi menambahkan, selain P3GI, terdapat naskah nasional lain yang masuk dalam MOWCAP, yakni naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol dan Arsip Indarung I PT Semen Padang.

“Ini sangat penting bagaimana kita menyimpan dan melestarikannya untuk memperkaya pengetahuan sejarah dan kebudayaan nasional maupun regional,” ujar Tiat.

Penghargaan berupa sertifikat MOWCAP diserahkan langsung oleh Chairman MOWCAP Kim Kwibae kepada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim Tiat S. Suwardi pada forum 10th General Meeting MOWCAP tahun 2024 di Ulaanbatar, Mongolia, Rabu (08/05/2024) pekan lalu. (tof/yog)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.