Satu Anak di Kota Pasuruan Meninggal Akibat DBD, Dinkes Lakukan Upaya Antisipasi

93

Pasuruan (WartaBromo.com) – Berita duka datang dari Kota Pasuruan, di mana seorang anak dikabarkan meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan untuk segera mengambil langkah antisipasi.

Menurut laporan, kasus DBD di Kota Pasuruan pada triwulan pertama 2024 memang tergolong rendah, yaitu 46 kasus dan 1 anak meninggal pada awal Mei.

Shierly Marlena, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan mengatakan, dari kasus meninggalnya anak asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo ini menjadi pengingat bahwa DBD masih menjadi ancaman yang nyata, terutama di musim pancaroba seperti saat ini.

“Satu meninggal awal Mei, itu memang dari keluarga telat membawa ke Rumah Sakit,” katanya Shierly saat dihubungi, Senin (13/5/2024).

Menanggapi hal tersebut, Dinkes Kota Pasuruan telah mengambil beberapa langkah antisipasi, di antaranya, meningkatkan fogging (pengasapan) di wilayah-wilayah yang rawan DBD, melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD, seperti 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, Plus).

Serta membagikan abate kepada masyarakat untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD, meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD, dan Dinkes Kota Pasuruan menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap DBD dan actively menerapkan 3M Plus di lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta ruam kulit.

“Untuk masyarakat, jika ada anak mengalami keluhan seperti DBD segera di bawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Dengan upaya bersama dari semua pihak, diharapkan kasus DBD di Kota Pasuruan dapat ditekan dan tidak ada lagi korban jiwa akibat penyakit ini. (don/**)