Kapolres Probolinggo: Kasus Penganiayaan Bayi Ditangani Serius, Pendampingan Trauma Healing Disiapkan

104

Dringu (WartaBromo.com) – Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, memastikan bahwa kasus penganiayaan bayi oleh ayah kandungnya ditangani dengan serius. Selain itu, kepolisian juga akan memberikan pendampingan dalam proses trauma healing bagi korban.

Kapolres Wisnu menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur ini telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo. “Kami sedang berupaya untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Kapolres Wisnu, Rabu (29/5/2024).

Ia juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak mereka. “Karena hal ini akan berdampak buruk pada jiwa dan mental anak,” jelasnya.

Pada Selasa (28/5/2024), AKBP Wisnu Wardana beserta jajarannya mengunjungi rumah korban untuk memberikan dukungan moral kepada ibu dan nenek bayi tersebut. Ada juga Tim Dokkes Polres Probolinggo untuk memastikan bahwa pendampingan trauma healing diberikan kepada korban.

Baca Juga :   Tol Paspro Seksi 4 Digarap Akhir Tahun

“Kami sampaikan kepada orang tua korban bahwa kami akan mendampingi korban untuk dicek kesehatannya di rumah sakit,” ungkap perwira kelahiran Sidoarjo itu.

Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berusia 8 bulan di Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban kekerasan oleh ayahnya sendiri. Insiden ini terjadi hanya karena sang ayah kesal akibat bayi tersebut menangis.

Insiden penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis, 23 Mei 2024, sekitar pukul 05.30 WIB. Korban, berinisial M-A-S, terbangun dan menangis sejak subuh. Pelaku, M. Ishar, yang merupakan ayah kandung korban, merasa terganggu dengan tangisan anaknya.

Ia pun langsung marah-marah pada balita tersebut. Ishar menampar korban beberapa kali dengan tangan kosong, mengenai pelipis kiri, dan juga mencekik bayi tersebut. Akibat tindakan brutal ini, korban mengalami luka memar di pelipis. (lai/saw)